Melalui BUMDes, Desa Kertayasa Dukung Program Gubernur Jabar

Kabar Desa | DiLihat : 26 | Senin, 12 Oktober 2020 | 19:52
Melalui BUMDes, Desa Kertayasa Dukung Program Gubernur Jabar

PANGANDARAN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong para milenial dan generasi di bawahnya (Gen Z) yang berada di pedesaan untuk bisa mengembangkan dan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di daerahnya melalui berbagai program.

Program Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil tersebut, disambut cepat oleh warga Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dengan memanfaatkan SDA yang ada di wilayahnya sebagai tujuan wisata.

Menurut Ketua BUMDes Guha Bau, Desa Kertayasa, Teten Sutanto, dengan keterlibatan BUMDes di Desa Kertayasa melalui berbagai aktifitasnya dapat mewarnai Desa Kertayasa terutama di bidang pariwisatanya.

“Memang Desa Kertayasa memiliki SDA yang banyak diantaranya green canyon, green coral, seni budaya dan pertaniannya,” kata Teten, kepada www.Jabarprov.go.id.

Teten mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan SDA yang ada yang hingga saat ini belum tergali seluruhnya, seperti di sektor pertanian dan perikanan serta sektor usaha lain.

“BUMDes Guha Bau, awalnya kita body refting terus berkembang desa wisata, pengembangan usaha di dermaga 2 green canyon dengan usaha kemah, outbond, permainan anak dan nantinya akan menjadi etalase desa wisata disana,” ucapnya.

Teten menuturkan, selain akan membuka wisata di green coral pihaknya juga terus mengembangkan dan mempromosikan seni benjang batok, seni angklung, calung serta pengembangan beberapa dusun yang memiliki potensi lain.

“Kedepan BUMDes harus berfikir, tidak harus sektor pariwisata tetapi potensi lain, pertaniannya, perikannanya untuk dikembangkan dan beberapa dusun yang potensi perikananan yang bagus perlu dikembangkan dan bersinergi dengan pariwisata serta usaha lain yang baru unit photocopy dan ATK untuk kebutuhan desa dan sekolah,” tuturnya.

Teten mengaku, berbagai unit usaha yang dikelola BUMDes Kertayasa ini telah mampu membuka lapangan kerja baru khususnya bagi generasi milenial yang ada di desa tersebut.

“Kita ada pemandu pariwisata 100 orang, marketing 15 orang, armada antar jemput body rafting 30 orang milik warga desa. Kita utamakan warga desa dulu tapi kita juga buka warga luar desa untuk bergabung,” imbuhnya.

Teten mengaku, hasil dari pengelolaan wisata melalui BUMDes ini, omset perbulannya bisa mencapai Rp300 juta dan pemasukan bagi PAD Desa mencapai Rp100 juta setiap tahunnya.

“Untuk peningkatan SDM kita kerjasama pendampingan dengan Perbankan dan STIPAR untuk rencana pegembangan Home Stay dan UMKM, kita ingin pengunjung yang datang ke Desa Kertayasa tidak hanya satu hari saja tetapi lebih lama, untuk ke arah sana kita siapkan beberapa rumah warga untuk home stay sehingga pengunjung bisa 1-2 hari,” ungkasnya. (