Pertanian Brebes Tak Terimbas Covid-19

Kabar Desa | DiLihat : 60 | Sabtu, 26 September 2020 | 08:29
Pertanian Brebes Tak Terimbas Covid-19

BREBES – Sektor pertanian di Kabupaten Brebes tak terimbas pandemi Covid-19. Petani tetap panen hingga tiga tahun dalam setahun. Tanaman bawang merah pun melimpah dan dapat memenuhi kebutuhan nasional, bahkan pasta bawangnya diekspor hingga Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Bupati Brebes Idza Priyanti saat panen dan tanam padi bersama Forkopimda, pada peringatan Hari Tani Nasional ke-57 Tahun 2020, di Desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu, Brebes, Kamis (24/9/2020). Menurutnya, di masa pandemi Covid 19, hasil panen padi di Kabupaten Brebes mengalami surplus beras sebesar 168.277 ton.

Ia terus menyemangati para petani supaya tidak putus asa. Petani sebagai pemilik negeri, memiliki bakti luar biasa kepada bangsa dan negara.

Idza menegaskan, Hari Tani Nasional merupakan bentuk peringatan untuk mengenang sejarah perjuangan kaum petani, dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 275 juta penduduk Indonesia, demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Berdasarkan sejarah, peringatan Hari Tani Nasional ditetapkan pada tanggal 24 September, sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno Nomor 169 Tahun 1963. Usia tani Indonesia saat ini telah mencapai 57 tahun,” ucap bupati.

Ia mengatakan, panen dan tanam padi kali ini, dapat meningkatkan semangat juang para petani. Termasuk Pemerintah Kabupaten Brebes, untuk dapat terus berkembang dan berinovasi sesuai potensi yang dimiliki.

Idza mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras memajukan pertanian di Kabupaten Brebes. Ke depan, pihaknya berharap dapat terus berkembang dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yuli Hendrawati mengatakan, saat ini kontribusi pertanian Kabupaten Brebes memenuhi kebutuhan pangan untuk 1,8 juta lebih penduduk Brebes, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, dengan surplus beras sebesar 168.277 ton sampai dengan September tahun ini.

“Sedangkan bawang merah, telah memenuhi lebih dari 30 persen kebutuhan nasional. Dengan penduduk Kabupaten Brebes yang bekerja di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan sebanyak 279.913 jiwa atau 33,63 persen dari total penduduk, telah berkontribusi sebesar 35,63 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Brebes,” paparnya.

Yuli menambahkan, dalam peringatan Hari Tani Nasional ke-57, juga dilakukan panen sayur pekarangan di Kawasan Rumah Pangan Lestari, Kecamatan Songgom serta penyerahan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes.

Dengan mengusung tema “Pertanian, Andalan Ekonomi Nasional pada Masa Covid-19”, Yuli berharap, sektor pertanian Kabupaten Brebes dapat terus meningkat serta turut berkontribusi terhadap kebutuhan pangan nasional.

“Sektor pertanian Kabupaten Brebes pada saat pandemi Covid-19 masih tumbuh sebesar 2,13 persen secara nasional sampai triwulan dua, di saat pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen. Dengan kata lain, pertanian tidak hanya dapat menciptakan ketahanan pangan, tetapi juga menyelamatkan perekonomian nasional,” ungkapnya.

Kabupaten Brebes, lanjut Yuli, telah memiliki komoditas pertanian unggulan. Di antaranya komoditas tanaman pangan padi dan jagung, perkebunan kopi, tebu dan kelapa, serta hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kentang, wortel dan pisang.