Salatiga Siap Jadi Pilot Project Vanili Nusantara

Potensi Desa | DiLihat : 120 | Sabtu, 26 September 2020 | 08:21
Salatiga Siap Jadi Pilot Project Vanili Nusantara

SALATIGA – Memperingati Hari Tani ke-60, Wali Kota Salatiga Yuliyanto didampingi Wakil Wali Kota Muh Haris menyerahkan bantuan tiga ribu batang bibit vanili dan alat pertanian kepada petani di Kota Salatiga.

Yuliyanto mengajak para petani untuk membudidayakan tanaman vanili karena memiliki nilai jual yang sangat tinggi sehingga disebut sebagai emas hijau.

Ia menyebutkan, saat ini harga vanili kering mencapai Rp4 juta per kilogram. Karena itu wali kota berharap, selain bercocok tanam para petani bisa menjadikan vanili sebagai penghasilan tambahan.

“Pemerintah Salatiga akan memfasilitasi para petani untuk membudidayakan tanaman vanili, dan tentunya pemerintah akan membantu mencarikan pembelinya. Sehingga masyarakat Salatiga akan semakin sejahtera dan mandiri,” jelas Yuliyanto pada Peringatan Hari Tani ke-60, di Rumah Pemotongan Hewan, Jalan Imam Bonjol Salatiga, Kamis (24/9/2020).

Tak hanya memiliki nilai jual yang tinggi, lanjutnya, ternyata sejak zaman penjajahan Belanda, Salatiga sudah terkenal sebagai penghasil vanili. Belum lama ini ia juga menerima kunjungan utusan dari Jakarta yang berencana menjadikan Kota Salatiga sebagai pilot project Vanili Nusantara.

“Surat sudah saya terima dan sudah saya disposisikan kepada Kepala Dinas Pertanian. Untuk pencanangan Kota Salatiga sebagai Pilot Project Vanili Nusantara akan diresmikan oleh Ketua MPR RI,” ujar Yuliyanto.

Diakuinya, dengan wilayah pertanian yang tidak lebih dari 700 hektare dan jumlah petani yang sangat kecil, bukan berarti sektor pertanian di Kota Salatiga lantas diabaikan begitu saja. Sebab pertanian merupakan bagian dari prioritas yang harus diperhatikan keberadaannya.

“Pemberdayaan petani, dengan memberikan fasilitas melalui beberapa kegiatan, bantuan alat, benih maupun pelatihan akan terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga, Nunuk Dartini mengatakan bahwa beberapa kegiatan digelar terkait Hari Tani ke-60 di Kota Salatiga. Di antaranya, tebar bibit ikan, peresmian Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), vaksinasi rabies, penyerahan bantuan alat pertanian dan bibit vanili.

“Semoga kegiatan ini berguna dan bisa bermanfaat bagi petani di Salatiga. Sehingga mereka bisa semakin mandiri,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bantuan alat pertanian diserahkan wali kota kepada masing-masing perwakilan Poktan pada peringatan Hari Tani ke-60 tersebut berupa, 16 unit handsprayer kepada empat Poktan di wilayah Bugel, Tingkir Tengah, dan Blotongan.

Selain itu, delapan alat perontok gabah (power threser) dipinjampakaikan kepada Poktan Makmur 2 Pulutan, Sido Makmur Pulutan, Ngudi Rejeki 1 Bugel, Sumber Agung Tingkir Tengah, Maju Makmur Tingkir Lor, Albarokah 1 Kalibening, Mardi Rahayu Sidorejo Kidul dan Tunas Mekar, Sidorejo Lor.

Sedangkan, 3.000 batang bibit vanili pada saat yang sama diserahkan kepada Asosiasi Petani, Gapoktan Sedyo Makmur Kelurahan Kumpulrejo, Sri Mulih Kelurahan Tingkir Lor, Sumber Rejeki Grogol Kelurahan Dukuh, Al Barokah Kelurahan Blotongan, dan Rejo Mulyo Kelurahan Noborejo.