Dorong Kemandirian, Puluhan Ibu Rumah Tangga Dilatih Membatik

Potensi Desa | DiLihat : 51 | Rabu, 23 September 2020 | 19:38
Dorong Kemandirian, Puluhan Ibu Rumah Tangga Dilatih Membatik

TEMANGGUNG – Untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian ibu-ibu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dinperindagkop UKM) Kabupaten Temanggung mengadakan pelatihan membatik bagi pembatik pemula di Kabupaten Temanggung.

Pelatihan yang dilaksanakan di Workshop Batik Mbako Temanggung, Jalan Gilingsari, Tegaltemu, Manding tersebut, diikuti oleh 25 pembatik pemula yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari, mulai 22 sampai 24 September 2020.

Salah satu instruktur pelatihan membatik, Nurul Hasanah, mengatakan, pelatihan digelar untuk melestarikan budaya batik, sekaligus meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga. Sehingga dapat berkarya melalui produk batik Temanggung.

“Karena sekarang batik menjadi produk unggulan Kabupaten Temanggung, kita ajari mereka dengan batik yang sesuai dengan daerah Temanggung, yaitu dengan motif flora fauna dan juga situs-situs yang ada di Temanggung,” ungkap Nurul.

Ia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut peserta akan diajarkan dua macam teknik membatik, yaitu batik tulis dan cap, yang memiliki perbedaan pada teknik pembuatannya.

“Pada pelatihan ini diajarkan teknik membatik dari awal. Terkadang dari peserta juga ada yang belum bisa menyanting, mengecap, mewarnai. Di sini kita diperkenalkan semua dari awal. Peserta sangat antusias dan semangat dalam mengikuti pelatihan,” terangnya.

Pendamping pelatihan dari Dinperindagkop UKM Temanggung, Ratna berharap, adanya pelatihan membatik dengan ciri khas Temanggung, bisa memunculkan pengrajin yang bisa mengangkat produk unggulan Kabupaten Temanggung.

“Selain bisa mengangkat produk unggulan Kabupaten Temanggung, kami berharap dengan keterampilan yang diperoleh dapat meningkatkan perekonomian di kalangan masyarakat, serta dapat mengembangkan ilmu yang didapat,” ungkapnya.

Peserta pelatihan dari Kecamatan Kaloran, Titik (37) berharap, usai pelatihan ia diberi wadah untuk memasarkan produk batik yang dihasilkan.

“Kami selaku pelaku usaha pemula yang baru memulai usaha berharap, dari dinas terkait untuk menyiapkan wadah pemasaran bagi kami agar hasil karya kami bisa dibantu dalam pemasarannya,” pungkasnya.