Pemkab Jepara Intensifkan Pelatihan Kerja untuk Bangkitkan UKM

Kabar Desa | DiLihat : 74 | Rabu, 23 September 2020 | 19:32
Pemkab Jepara Intensifkan Pelatihan Kerja untuk Bangkitkan UKM

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus melakukan upaya recovery ekonomi dampak Covid-19. Salah satunya, melalui pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat atau usaha kecil dan menengah (UKM), yang dilaksanakan secara merata hampir di semua kecamatan di Kabupaten Jepara.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara R Eko Sulistiyo mengatakan, khusus untuk progam recovery ekonomi, total anggaran yang disiapkan sekitar Rp700 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), yang dibagi menjadi 15 tahap pelatihan.

“Dari 15 tahap yang dijadwalkan, saat ini kegiatan pelatihan sudah memasuki tahap VI. Ada dua jenis keterampilan yang dapat dipilih, yakni tata boga dan membatik,” terangnya saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).

Meski peserta diusulkan oleh masing-masing kecamatan, lanjutnya, pihak dinas tetap selektif. Tujuannya agar tepat sasaran pada masyarakat yang benar-benar terdampak Covid-19. Jenis keterampilannya juga diberi kebebasan untuk memilih.

“Dari 15 kecamatan, 14 (kecamatan) di antaranya memilih keterampilan tata boga, dan satu (kecamatan) membatik,”kata dia.

Ditambahkan, saat ini, kecamatan yang sudah tuntas mengikuti progam tersebut, yakni Kecamatan Keling, Nalumsari, Mayong, Bangsri dan Welahan. Untuk tahap VI yang sedang berjalan, yakni Kecamatan Tahunan.

”Dalam pelaksanaannya kami bekali APD, pelatihan juga baru kami laksanakan saat masuk zona oranye,” tuturnya.

Peserta pelatihan dari Kecamatan Bangsri Masrurotun, mengaku senang dengan adanya kegiatan untuk UMKM ini. Dalam satu tahapan, peserta dilatih selama lima hari. Mulai dari pemberian teori hingga praktik. Seperti materi kewirausahaan hingga produktivitas.

“Kegiatan yang dilaksanakan banyak sekali manfaatnya, hari pertama kita diajari manajemen keuangan, cara cerdas belanja dan lain-lain. Semua itu bisa dimanfaatkan untuk bekal usaha UMKM kami. Apalagi kita dapat alat praktik. Setidaknya modal awal kami untuk bangkit di tengah pandemi,” tuturnya.