Wamendes PDTT Ajak Masyarakat Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Peluang Usaha | DiLihat : 73 | Senin, 21 September 2020 | 18:01
Wamendes PDTT Ajak Masyarakat Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

JAKARTA – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengajak masyarakat untuk lakukan budidaya ikan air tawar. Menurutnya, dengan meningkatnya budidaya ikan air tawar dari masyarakat akan memenuhi ketersediaan dan  kebutuhan pokok.


Hal tersebut ia sampaikan saat wawancara dengan ANTARA TV dengan topik pembahasaan “Peran Kemendes PDTT dalam mendorong budidaya air tawar, di Jakarta, Senin, (21/9/2020).

Budi Arie mengatakan, dari 74.953 desa di Indonesia, 86 persennya berbasis pertanian. Sisanya, sekitar 14 persen berbasis sumber daya perikanan dan pariwisata.

“Karena itulah kita (Kemendes PDTT) mendorong, terutama desa-desa yang memiliki potensi sumber daya air untuk menumbuh kembangkan sektor perikanan. Khususnya budidaya air tawar,” ujarnya

Budi Arie mengambil ikan lele sebagai contoh dalam budidaya ikan air tawar, menurutnya, kebutuhan ikan lele untuk wilayah Jabodetabek saja masih kekurangan stok mencapai  1.300 ton per hari.

“Kenapa ikan lele, karena ikan lele ini tahan banting, mudah perawatannya, kuat dan pasarannya di Jakarta dan sekitarnya ini sangat membutuhkan,” ungkapnya

“Kebutuhan pasar masih ada sekitar 1.300 ton per hari. Jadi potensi pasarnya luar biasa,” sambung Wamendes.

Oleh karena itu, lanjut Wamendes Budi Arie, pihaknya sedang merancang program-program pelatihan untuk melatih warga desa dalam melakukan budidaya ikan lele. Tujuannya, ikan lele ini bisa dibudidayakan dan hasilnya bisa dikonsumsi oleh warga.

“Pelatihannya berupa persiapan kolam, pembibitan, pemberian makan, mengatur sirkulasi air, dan banyak hal teknis lainnya. Termasuk panen dan pasca panen. Harapannya mampu menyeimbangkan antara ketersediaan barang terhadap kebutuhan pasar,” ujarnya.

Menurutnya, budidaya ikan air tawar ini harus dijadikan sebagai solusi. Karena selain bisa memberikan sumbangan bagi kebutuhan protein masyarakat, juga menjadikan penambak atau pembudidaya ikan air tawar bisa berkelanjutan dan mencukupi kebutuhan pasar.

“Saya berharap masyarakat tertarik untuk membudidayakan ikan air tawar sebagai bagian dari menciptakan lapangan kerja, memberikan sumbangan bagi kebutuhan protein masyarakat, dan ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita mengharapkan adanya sumbangsih nyata dari kegiatan dan pergerakan ekonomi masyarakat bagi kemajuan desa.” Pungkas Wamen Budi Arie