KKP Tingkatkan Penghasilan Nelayan Cirebon dengan Program Pemberdayaan Nelayan

Poros Tani | DiLihat : 28 | Rabu, 16 September 2020 | 14:42
KKP Tingkatkan Penghasilan Nelayan Cirebon dengan Program Pemberdayaan Nelayan

CIREBON -  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Dit, PDK, DJPT) mengadakan acara Program Pemberdayaan Nelayan melalui Kegiatan Pengembangan Dan Diversifikasi Usaha Nelayan di Kab. Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Muhammad Zaini, Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, KKP mengatakan bahwa tujuan dari adanya kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan motivasi, inovasi, keterampilan, kompetensi dan manajemen usaha penangkapan ikan, serta untuk membuka wawasan nelayan tentang alternatif penjualan hasil tangkapan atau produk perikanan bernilai tambah.

“Seperti yang kita ketahui sekarang akibat pandemi global COVID-19, nelayan kecil menjadi komunitas yang paling terdampak. Dampak yang paling dirasakan adalah harga ikan yang turun drastis, meskipun hasil tangkapan stabil. Kondisi ini tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan dan biaya operasional yang tinggi, sehingga dengan adanya acara ini dapat membantu para nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan”, Ungkap Zaini

Ia melanjutkan bahwa kegiatan ini tentunya tidak lepas dari Kerjasama berbagai pihak agar dapat berkelanjutan dan mampu menjaga atau bahkan meningkatkan kapasitas usaha nelayan pada masa pandemi Covid-19

“Untuk kegiatan saat ini kita sudah bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Cirebon,  Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, BLU - LPMUKP, Puslatluh KKP, BPJS Ketenagakerjaan, PT. Pegadaian, PT. XL. AXIATA, PT. PNM, Institut Pertanian Bogor, FPIK Unpad, Dinas Perindustrian dan Perdaganagan, serta SMKN 1 Mundu”, terangnya lagi,

Acara ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 14 sd 15 September 2020. Dalam acara ini para nelayan dan para wanita nelayan diberikan sosialisasi, bimtek dan gerai fasilitasi, yang diantaranya adalah Inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan nelayan (Inovasi alat tangkap diantaranya apartemen ikan, atraktor cumi, rumpon portable, pembuatan pancing senggol dan modifikasi alat tangkap jarring gillnet menjadi jarring rampus).

Lalu, perbengkelan khususnya mesin penggerak kapal dan mesin pendukung alat penangkapan; Dukungan akses permodalan dan pendanaan dalam meningkatkan kapasitas usaha nelayan; Dukungan Aplikasi “Laut Nusantara” untuk meningkatkan produktivitas nelayan; dan Pembiayaan dengan gadai kapal perikanan PT. Pegadaian bagi nelayan kecil.

Kemudian, pendampingan dan Pembiayaan PNM Mekar bagi usaha mikro kelompok wanita nelayan; Dukungan perlindungan kecelakaan kerja saat melaut melalui sosialisasi asuransi nelayan (Higienitas dan Pengembangan Produk, Labeling sampai Tahap Pemasaran); Peningkatan nilai tambah produk perikanan berupa Bakso ikan; gerai pendanaan nelayan, gerai perlindungan nelayan dan gerai Aplikasi Laut Nusantara.    

Tidak hanya itu kehadiran DJPT juga sekaligus untuk memberikan bantuan berupa Perangkat aplikasi laut nusantara dan Router GDK (Gerakan Donasi Kuota) untuk Pembelajaran Jarak Jauh bagi Anak-Anak Nelayan untuk memfasilitasi anak-anak nelayan belajar dan bermain secara daring/online di masa Pandemi COVID-19 dari PT XL. AXIATA; Perlengkapan toolkit perbengkelan nelayan; dan Perlengkapan penunjang peningkatan nilai tambah produk hasil perikanan