Hibar Eco Village Malang Nengah Menjadi Bukti Sayuran Tidak Hanya Tumbuh di Dataran Tinggi

Agro Style | DiLihat : 40 | Sabtu, 12 September 2020 | 18:56
Hibar Eco Village Malang Nengah Menjadi Bukti Sayuran Tidak Hanya Tumbuh di Dataran Tinggi


PURWAKARTA -
Pandemi Covid-19 membuat begitu banyak perubahan dalam kehidupan manusia, salah satunya dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang turut memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat termasuk, didalamnya kebutuhan pangan.

Kebijakan tersebut membuat masyarakat semakin sadar untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sebagai langkah preventif mencegah penularan Covid-19.

Hari ini Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meresmikan Hibar Eco Village di Kampung Malang Nengah Wetan Kelurahan Nagri Tengah, Purwakarta. Ia mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Lestari Malang Nengah Wetan.

Menurutnya, Hibar Eco Village ini merupakan bukti bahwa sayuran bisa tumbuh subur di dataran rendah dan lahan perkotaan yang cuacanya cukup panas. Dengan begitu langkah ini bisa memotivasi dan menumbuhkan para anak muda atau kaum millenial untuk bertani.

"Selama ini kita melihat, dan mendengar bahwa sayuran hanya tumbuh di dataran tinggi saja, ternyata di Purwakarta yang udaranya cukup panas, sayuran lain, termasuk sayur Kol bisa tumbuh subur. Bahwa ternyata, bertani itu menarik, menyenangkan dan menghasilkan, itu punya nilai manfaat selain menjaga ekosistem yang ada," Ujar Anne saat meresmikan Hibar Eco Village di Malang Nengah Kelurahan Nagri Tengah Purwakarta. Jumat (11/09/2020).

Ia menambahkan, pihaknya masih kesulitan dalam mencegah alih fungsi lahan, walaupun Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan regulasi dengan mengeluarkan kebijakan untuk mengunci 18.000 Hektare lahan pertanian di Purwakarta. Menanggapi hal tersebut, ia meminta jajarannya untuk mensupport agar menjadi agenda disetiap kegiatan, sekaligus mempromosikan kepada kaum millenial untuk bertani.

"Kita kesulitan, ketika keluarganya tidak ada lagi yang menjadi petani, yang ditakutkan lahan itu malah beralih fungsi, begitupun lahan produktif lainnya. Kegiatan ini, sekaligus promosi kepada kaum millenial mari bertani, dan bertani itu menyenangkan," Imbuh Anne.

Mendasari hal tersebut PT. East West Seed Indonesia (EWINDO) sebagai produsen benih sayuran Cap Panah Metah memberikan edukasi kepada ibu-ibu rumah tangga di Purwakarta, khususnya di Kampung Malang Nengah, Kelurahan Nagri Tengah, Purwakarta untuk bercocok tanam di lahan perkotaan atay Urban Farming dengan membuat kebun demplot.

Direktur Manajer PT. EWINDO Glenn Pardede mengatakan, tujuan dari didirikannya demplot-demplot yang berada di pekarangan rumah warga ini adalah untuk memberikan pengetahuan, khususnya praktek budidaya sayuran yang baik di wilayah perkotaan.

"Nantinya diharapkan Kampung Malang Nengah ini bisa menjadi dengan konsep kampung Eco Village agar masyarakat bisa merasakan peningkatan kesejahteraan dengan menjual hasil panen dan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan," Katanya.

Menurutnya, Kegiatan Urban Farming ini sekaligus untuk menunjukkan peran penting wanita dalam budidaya sayuran dan lebih lanjut untuk mempromosikab pentingnya mengkonsumsi sayuran, dimana seorang Ibu rumah tangga menjadi penentu keluarga yang sehat.

"Demplot ini awalnya dikelola oleh 30 ibu rumah tangga dari kelompok wanita tani Bina Lestari di rumah mereka masing-masing. saat ini pesertanya terus bertambah, ada lebih dari 70 orang yang mengikuti kegiatan urban farming ini," imbuhnya.