Gubernur Jatim Sambut Baik Produk Bumdes Binaan Unisma

Inovasi Desa | DiLihat : 70 | Sabtu, 12 September 2020 | 13:49
Gubernur Jatim Sambut Baik Produk Bumdes Binaan Unisma

SURABAYA- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr M Mas’ud Said MM. Dalam pertemuan ini Gubernur menyambut baik produk-produk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hasil binaan Unisma yang diperkenalkan oleh Prof Mas’ud.
 
Dikatakan Gubernur, produk BumDes binaan Unisama bisa dimasukkan dalam pembinaan klinik BUMDes Jatim. Saat ini Program Klinik Bumdesa Provinsi Jawa Timur telah menembus Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020, dalam kategori inovasi pemerintah provinsi.
 
“Barangkali kita bisa masuk ke sini. Mungkin yang maju diapakan, yang berkembang diapakan, yang pemula diapakan. Ini untuk menjadi PR Unisma,” ujar Gubernur Khofifah, dalam pertemuan di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (10/9/2020).
 
Menurut gubernur, saat ini kita menghadapi masalah pangan. "sebagaimana mimpi dari Presiden ke-5 RI, Gus Dur, bagaimana memutus mata rantai distribuai pangan. Bayangan beliau, bisa mengurangi sampai 40 persen masalah ini. Tetapi praktiknya di lapangan masih bias,” katanya.
 
Ia berharap dengan pertemuan yang juga di hadiri oleh Sekda Prov Jatim, Heru Tjahjono, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Mohamad Yasin, dapat disinergikan dan disambungkan antara BUMDes dan lumbung pangan.
 
“Sampai saat ini terkait alhamdulillah lumbung pangan di Jatim masih terus survive,” tuturnya.
 
Direktur Pascasarjana Unisma, Prof Dr M Mas'ud Said,MM, didampjngi Rektor dan Dosen Unisma, memperkenalkan produk2 hasil BUMDes binaan Unisma yang ada di Kab/Kota Malang, Kabupaten Jombang, dan Lumajang. Produk-produk itu antara lain berupa hasil pengolahan produk makanan dan minuman.
 
“Kami sedang melakukan research dengan Zandong Univercity Cina, berupa budidaya jagung, sapi perah, yang akan kita kembangkan di Kab/ Kota,” ujar Mas’ud.
 
Kepala DPMD Provinsi Jawa Timur, Mohamad Yasin mengungkapkan bahwa masukan dari gubernur menjadi masukan luar biasa terutama dalam upaya pembinaan BUMDes. Selama Mei 2019 – Juni 2020, terjadi peningkatan jumlah Bumdesa dengan klasifikasi maju sebanyak 175 unit (dari 58 unit menjadi 233 unit) dan peningkatan jumlah Bumdesa klasifikasi berkembang sebanyak 1.725 unit (dari 355 unit menjadi 2.080 unit).
 
“Data-data BUMDes yang belum berkembang akan kami berikan kepada Unisma, nanti akan kami fasilitasi, dan kami siapkan masyarakatnya,” ujarnya.