Genjot Ekspor, Makanan Olahan dan Hasil Pertanian Jadi Primadona

Ekonomi | DiLihat : 104 | Selasa, 08 September 2020 | 05:54
Genjot Ekspor, Makanan Olahan dan Hasil Pertanian Jadi Primadona

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan fokus peningkatan ekspor di sektor makanan olahan dan hasil pertanian hingga akhir tahun 2020 mendatang. Kedua komoditas itu diyakini dapat menyumbang nilai ekspor tinggi di pasar internasional.

"UMKM memang produk yang potensial. Makanan olahan khususnya dan hasil pertanian, ini akan diekspor," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di gedung iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2020).

Dia mengaku akan memberi pelatihan kepada para pelaku UMKM agar mereka bisa melek teknologi, sehingga dapat melakukan promosi secara daring. Dengan begitu, produk mereka pun akan dilirik di pasar internasional.

"Ada pelatihan untuk ekspor meningkatkan kualitas dan menjual melaui daring. Hal ini akan kita maksimalkan ekspornya," kata dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni tercatat surplus USD1,27 miliar. Surplus terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari impor.

Kepala BPS Suhariyanto merinci, ekspor Indonesia per Juni 2020 mencapai USD12,03 milar. Sedangkan impor selama Juni adalah USD10,76 miliar, naik 27,56% dibanding Mei 2020. "Peningkatan tinggi terjadi di impor non migas. Namun ekspor masih cukup positif," kata Suhariyanto.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2020 terhadap Mei 2020 terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik sebesar USD197,2 juta (39,39%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar USD42,6 juta (16,74%).

"Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-Juni 2020 turun 0,41% dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 20,71%, sementara ekspor hasil pertanian naik 9,60%," katanya.




sindo