Desa Sekapuk Gresik, Eks Tambang Kapur yang Kini Jadi Desa Miliarder

Inovasi Desa | DiLihat : 209 | Minggu, 06 September 2020 | 20:00
Desa Sekapuk Gresik, Eks Tambang Kapur yang Kini Jadi Desa Miliarder

GRESIK – Pandemi Covid-19 ternyata tidak membuat Pemdes Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah menjadi lemah dan terpuruk. Di bawah Kepemimpinan Kepala desa Abdul Halim, Desa Sekapuk yang sebelumnya menyandang status sebagai Desa Tertinggal kini justru melejit pesat menjadi satu-satunya Desa Miliarder di Kabupaten Gresik.

Selain acara pemotongan tumpeng, Deklarasi Sekapuk Desa Miliarder juga diisi dengan Kirab jajaran Pemdes, BPD, PKK, RT/RW, dan Bumdes. Dengan mengendarai lima mobil operasional dan puluhan sepeda listrik, masyarakat Desa Sekapuk guyup bergerak mulai Balai Desa sampai dengan Wisata Alam Setigi.

Desa Sekapuk yang dulu dipandang sebelah mata, bahkan tak tersentuh bantuan pemerintah, kini justru menjadi desa mandiri. Bahkan, Pendapatan Asli Desa (PAD) dari pengelolaan Badan Usaha Desa (Bumdes) mencapai Rp4 miliar per tahun.

"Alhamdulillah, semua ini berkat kerja keras bersama seluruh warga Desa Sekapuk. Semoga bernilai ibadah, tujuan kami bukan untuk kesombongan, tapi memberikan motivasi dan inspirasi untuk bangkit dan maju bersama," kata Kades Sekapuk, Abdul Halim, Rabu (2/8/2020).

Sekapuk, yang secara geografis dikelilingi gunung kapur yang tandus dulunya berstatus desa tertinggal karena mayoritas warganya yang hanya bekerja sebagai buruh tambang batu kapur.

Namun sejak tahun 2018, kondisi berubah. Dengan berbagai macam inovasi, kini Desa Sekapuk mampu merubah status dari desa tertinggal menjadi desa maju dengan pendapatan asli desa mencapai miliaran rupiah.

"Bumdes Sekapuk memiliki target net profit Rp 4 Miliar per tahun," ucap Halim.

Hal yang paling signifikan yang dilakukan Abdul Halim adalah merubah bekas tambang kapur yang digunakan warga sebagai tempat pembuangan sampah menjadi tempat Wisata Setigi yang memiliki perpaduan pesona gunung kapur dengan bangunan-bangunan baru yang memiliki berbagai macam filosofi.

"Setigi kami bangun dengan mayoritas dana dari sistem obligasi saham warga. Sejak kami buka setahun lalu, Setigi telah dikunjungi 30 ribu orang dari berbagai daerah," ujarnya.

Kini dengan berbagai inovasi yang dilakukan Abdul Halim, BUMDes Sekapuk telah menciptakan 591 lapangan kerja dengan sumber daya manusianya adalah warga Desa Sekapuk sendiri.