Aneka Sayuran Superfood, Cukup Tanam di Pekarangan

Agro Style | DiLihat : 157 | Sabtu, 05 September 2020 | 11:48
Aneka Sayuran Superfood, Cukup Tanam di Pekarangan


BOGOR
- - Ada banyak sayuran yang bisa ditanam sendiri di pekarangan untuk bisa memenuhi kebutuhan Anda. Bahkan beberapa diantaranya dijuluki sebagai Superfood karena memiliki khasiat gizi yang tinggi. Mulai dari daun kelor, daun katuk, daun torbangun, daun kecipir dan kacang panjang.

1. Kelor
Dari penelusuran berbagai literatur hasil penelitian, kandungan daun kelor tiap 100 gram daun yang dikeringkan mengandung protein 39%. Di dalam protein kasar daun kelor tersebut mengandung 19 asam amino esensal. Lebih istimewa lagi, daun kelor mengandung 17 asam lemak dan di antaranya asam lemak tidak jenuh PUFA (poly unsaturated fatty acid) sebesar 52,21% yaitu ?-linolenat atau dikenal dengan precursor omega3 yang berjumlah 44,57%, g-linolenat dan linoleat, yang baik bagi kesehatan.

Kandungan mineral daun kelor juga lengkap, kalsium, kalium, fosfor, magnesium, natrium, sulfur, seng, tembaga, mangan, besi, selenium, boron. Jadi, komposisi daun kelor benar-benar menunjukkan sebagai super food.

Untuk memudahkan pemberian suplemen tersebut kepada anak-anak, digunakan bubuk dari daun kelor yang telah dikeringkan. Bisa dicampurkan ke dalam makanannya.

Atau dibuat sebagai campuran sayur, dari sayuran kelor 100 gram  telah membantu memenuhi kebutuhan protein, mineral, dan senyawa fungsional yang dibutuhkan tubuh.

2. Katuk
Tanaman ini telah biasa ditanam di pagar halaman memiliki kandungan gizi yang tinggi dan telah lama digunakan sebagai sayuran untuk melancarkan ASI (air susu ibu). Hasil riset terhadap masyarakat Jawa Timur yang masih memegang tradisi, menunjukkan bahwa katuk secara turun temurun digunakan sebagai sayuran, melancarkan ASI dan herbal.

Sayur daun katuk (rebus) 100 gram memiliki energi 53 kal, dengan kandungan protein 5,3 gram, lemak 0,9 gram, karbohidrat 9,1 gram, serat 1,2 gram, abu 1,4 gram, kalsium 185 mg, fosfor 102 mg, besi 3,1 mg, natrium 16 mg, kalium 291, 3 mg, tembaga 0,30 mg, seng 1,3 mg, beta karoten 11,131 mcg,  dan mengandung vitamin B2, niasin dan vitamin C. Jadi, tidak diragukan lagi bahwa sayur daun katuk memiliki nilai gizi tinggi.

3. Torbangun
Torbangun atau bangun-bangun, banyak digunakan untuk herbal dan masakan. Tanaman dengan nama latin Plectrantus amboinicus yang memiliki sinonim Coleus amboinicus, P. aromaticus, C. aromaticus ini dikenal sebagai herbal. Kearifan lokal masyarakat Batak, memanfaatkan daun bangun-bangun sebagai laktagogum atau pelancar ASI.

Secara tradisi, seorang Ibu yang memiliki anak perempuan sedang hamil, akan menanam bangun-bangun, dan membuat masakan sayur bangun-bangun pada hari anak perempuannya melahirkan. Kemudian mengajak Ibu yang baru melahirkan tersebut dan kerabat serta tetangga untuk menikmati sarurnya. Khusus untuk Ibu pasca melahirkan, akan diberi masakan sayur bangun-bangun tiap hari selama sebulan penuh, dan bisa lanjut selama menyusui.

Kandungan senyawa penting yang terdapat dalam daun bangun-bangun yang dimuat di berbagai jurnal ilmiah menyebutkan nilai nutrisi daun torbangun memiliki kadar air sebesar 11,32%, kadar abu 7,88%, polifenol 17,12%, aktivitas antioksidan 18,033% serta kandungan antioksidan sebesar 877,67 mg/g BHA.

Senyawa-senyawa bioaktif tersebut memiliki aktivitas anti bakteri, anti fungi, anti virus, mengatasi penyakit-penyakit pernapasan (batuk, asma, bronsitis) yang dikaitkan dengan kandungan carvacrol dan thymol, mengatasi penyakit terkait pencernaan, anti inflamasi, antitumor, anti epileptik, anti oksidan, analgesik dan menyembuhkan luka, serta memiliki aktivitas laktogenik.

Daun dari tanaman ini umum digunakan sebagai bumbu masak banyak digunakan di berbagai negara Asia Tenggara, India, Vietnam, Kamboja, Amerika, karena memiliki aroma tajam yang memberikan aroma sedap yang khas pada masakan berbahan baku ikan dan daging. Penggunaannya seperti daun oregano.



tabloidsinartani