Dalam 4 Hari, 1.000 Eksemplar Buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan Ludes Terpesan

Poros Tani | DiLihat : 177 | Kamis, 03 September 2020 | 23:46
Dalam 4 Hari, 1.000 Eksemplar Buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan Ludes Terpesan

Terdistribusi ke Presiden hingga Kepala Daerah, Segera Dicetak Lagi 1.000 Buku

JAKARTA – Bak kacang goreng, 1.000 eksemplar buku berjudul Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran & Solusi yang diterbitkan lembaga Pandu Tani Indonesia (Patani) ludes terpesan hanya dalam waktu empat hari.

Selain dipesan langsung oleh sejumlah pihak, buku ini bahkan sudah terdistribusi mulai dari Presiden Joko Widodo, Wapres KH Maruf Amin, para ketua lembaga tinggi negara (MPR/DPR/DPD), kementerian terkait, presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, para kepala daerah, para mitra Patani, serta para kanwil/kacab Patani se-Indonesia.

Direktur Utama Patani Sarjan Tahir mengungkapkan, seluruh pendapatan yang dihimpun dari penerbitan buku yang disunting Jaelani Ali Muhammad (Kepala Editor Bahasa KORAN SINDO) ini didonasikan ke Dompet Patani Peduli.

Donasi ditransfer ke rekening BNI 0302495717, atas nama Pandu Tani Indonesia. Sedangkan buku ini bisa diambil di Kantor Pusat Patani, Gedung Smesco lantai 16, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, atau dikirim sesuai permintaan dengan menghubungi staf Patani Anggun, di nomor 087875196688.

“Kita akan cetak lagi 1.000 buku untuk memenuhi permintaan pesanan terutama dari para mitra Patani. Prinsipnya, buku ini tidak untuk  dijual. Namun sebagai sarana Dompet Patani Peduli mengumpulkan donasi. Nantinya donasinya disalurkan kepada petani, nelayan dan UMKM,” ujar Sarjan di kantor Patani, Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (4/8).

Menurut Sarjan, penyaluran donasi nantinya bisa dalam bentuk beasiswa, bantuan atau kegiatan sosial, termasuk sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung aktivitas petani, nelayan dan para pelaku UMKM.

Alhamdulillah banyak yang antusias dengan hadirnya buku ini. Malah ada dari kalangan kampus, yakni dosen dan mahasiswa yang juga memesan buku ini untuk materi perkuliahan,” kata Sarjan.

Sementara Kepala Kanwil Patani Sulawesi Selatan (Sulsel) Satriya Madjid mengatakan, kehadiran buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan ini memberi motivasi dan menjadi sarana menjalin kemitraan, baik dengan pemerintah daerah maupun para mitra Patani yang ada di Sulsel.

“Buku ini akan kami sampaikan langsung kepada Gubernur Sulsel, para wali kota dan bupati, para Kacab Patani se-Sulsel, juga seluruh mitra Patani yang ada di Sulsel,” kata Satriya.

Sejauh ini, ujar Satriya, Kanwil Patani Sulsel terus berupaya mewujudkan gerakan membangun negeri yang berfokus pada pembangunan bangsa, dengan menjalin kemitraan, menciptakan lapangan kerja, guna memacu pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Dalam mewujudkan target tersebut, Kanwil Patani Sulsel mencanangkan bagaimana Patani bisa ekspansi ke sektor bisnis, sehingga bisa menggerakkan ekonomi anggotanya.

“Kami senantiasa mendampingi petani-petani di Sulsel yang membutuhkan bantuan baik berupa akses, permodalan, hingga fasilitas peralatan pertanian, perkebunan, perikanan, konsultasi, dan lainnya. Bahkan kita sudah lama membuat Kampung Patani,” kata Satriya.