Balitbang Kalbar Lakukan Penelitian dan Bakal Patenkan Kratom

Poros Tani | DiLihat : 198 | Selasa, 01 September 2020 | 20:07
Balitbang Kalbar Lakukan Penelitian dan Bakal Patenkan Kratom

PONTIANAK - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah melakukan penelitian terhadap tanaman kratom (Mitragyna Speciosa Korth). Selain itu akan ada percepatan untuk memfasilitasi kratom mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual sebagai tanaman asli atau khas Kabupaten Kapuas Hulu.

Kepala Balitbang Kalbar Herkulana Mekarryani mengungkapkan, tanaman puri atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama kratom merupakan tanaman yang secara geografis tumbuh di Kalbar khususnya daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

Tanaman ini merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pengobatan alternatif. “Yaitu pengobatan herbal untuk mengobati beberapa penyakit seperti diare, pereda nyeri, batuk, hipertensi, lemah syahwat dan lain-lain yang masih perlu diuji dan batang kayunya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan furniture,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Minggu (30/8).

Oleh sebab itu menurutnya tanaman kratom memiliki multifungsi baik secara farmasi, sosial dan ekonomi. Apalagi Gubernur Kalbar Sutarmidji dikatakan dia, sangat peduli terhadap pengembangan kratom. Baik sebagai peningkatan perekonomian daerah maupun masyarakat serta manfaatnya secara farmasi bagi kesehatan tubuh mannusia.

Berkenaan dengan hal itu, sesuai arahan gubernur pihaknya melakukan penelitian terhadap kratom dengan judul, Peran Ekonomi Daun Kratom di Kapuas Hulu dan Sebagai Sediaan Obat.”

Penelitian tersebut melibatkan akademisi dari Universitas Tanjungpura (Untan) dengan keahlian masing-masing seperti untuk farmasi ada Dr. Nurmainah, S.Si, MM., Apt.

Kemudian sebagai tindaklanjut hasil penelitian tahun 2020 yang masih berjalan ini, di tahun 2021 rencananya akan dilakukan penelitian mengenai pengembangan kratom sebagai bahan pengobatan alternatif masyarakat.

“Saya pribadi maupun sebagai Kepala Balitbang Kalbar sangat berterima kasih atas dukungan penuh Bapak Gubernur,” katanya.

Selanjutnya, sebagai rencana aksi Balitbang Kalbar tahun 2020 juga memfasilitasi percepatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk tanaman kratom. Dalam hal ini Balitbang akan melakukan identifikasi hal-hal yang bisa diusulkan sebagai HKI baik benda maupun tak benda.

“Memang kegiatan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual ini secara peraturan merupakan tugas Kelitbangan,” tambahnya.

Sehubungan dengan itu, Herkulana menjelaskan, dirinya dan tim Kelitbangan telah melakukan survei terkait komunal jenis kondisi geografis dari tanaman puri atau kratom sebagai tanaman asli dan khas (indigeneous) Kabupaten Kapuas Hulu untuk dilakukan hak paten.

“Kami berharap semoga hasil penelitian dan pengembangan tanaman puri atau kratom ini akan bermanfaat bagi masyarakat Kalbar secara khusus maupun masyarakat Indonesia umumnya,” harapnya.