Mengangkat Kesejahteraan Hidup Nelayan Lobster Lewat Kehadiran PBNLI

Poros Tani | DiLihat : 43 | Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:08
Mengangkat Kesejahteraan Hidup Nelayan Lobster Lewat Kehadiran PBNLI

JAKARTA - Sejarah tercipta bagi dunia kemaritiman tanah air dimana lahirnya sebuah Perkumpulan Pembudidaya dan Nelayan Lobster Indonesia (PBNLI). Lahirnya PBNLI ini merupakan insiasi dari ormas Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) yang menjadi bagian pemerintah membentuk Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dengan tugas merumuskan usulan kepada Pemerintah untuk membantu pemulihan ekonomi nasional di era pandemi COVID-19.

“Alhamdulilah lahirnya PBNLI ini hadir untuk mensejahterakan dan mengangkat potensi serta harkat nelayan lobster. Sebagai negara maritim kita tentu ingin menunjukan dan mendayagunakan potensi kekayaan yang ada dalam laut kita untuk kesejahteraan semua masyarakat Indonesia termasuk nelayan lobster di dalamnya yang tentunya juga berdampak pada pemulihan ekonomi nasional dari sumber daya dan kekayaan laut Indonesia,” ujar Ketua Umum PBNLI Samingin dalam Deklarasi dan Pengukuhan PBNLI, di Aston TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Lantas bagaimana kondisi nelayan saat ini? dimana menurutnya apabila memandang laut sebenarnya kita sedang memandang masa lalu, masa sekarang dan masa depan Indonesia. Menurutnya patut disyukuri saat ini masih ada nelayan yang menyibukan dirinya di laut sebagai upaya pemenuhan pangan bangsa sekaligus menjaga budaya leluhur. "Sampai sekarang nelayanlah yang masih percaya, bahwa sumber kehidupan bangsa ini ada di laut, merekalah yang kawin dengan laut," ungkapnya.

Samingin mengatakan, mengingat peran pentingnya nelayan dalam menopang kehidupan berbangsa, maka sudah seyogyanya pemerintah hadir untuk nelayan terkhusus nelayan kecil sebagaimana diamanatkan undang-undang. Adanya penerbitan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan adalah momen tepat untuk mengembangkan komoditas lobster yang sampai saat ini masih belum banyak dilakukan nelayan Indonesia.

Bahkan, Indonesia tertinggal jauh dibandingkan Vietnam yang sudah menjadi produsen utama dunia. Padahal terang dia, selama ini bangsa Indonesia dikenal sebagai penghasil lobster terbaik di dunia. Karena alasan itulah dideklarasikan berdirinya Perkumpulan Pembudidaya dan Nelayan Lobster Indonesia untuk meraih kembali kebanggaan sebagai negara penghasil lobster nomor satu di dunia.

"Saya sebagai ketua umum PBNLI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan saudara-saudara semuanya. Saya berjanji akan mengerahkan segala daya dan upaya untuk mewujudkan visi tersebut. PBNLI akan menumbuh kembangkan semangat pembudidayaan lobster baik di laut maupun di darat yang akhirnya bermuara pada meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan nelayan lobster," ungkapnya.

Selain itu, PBNLI akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara penghasil lobster nomor satu di dunia. Hal ini sekaligus untuk mendukung visi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Salah satunya melalui percepatan produksi perikanan budi daya yang sudah ditetapkan sebagai sektor prioritas. Dimana pada tahun 2020 ini, produksi ditargetkan mencapai 18,44 juta ton dan naik menjadi 22,65 juta ton pada 2024 mendatang.

Lantas, bagaimana caranya agar PBNLI bisa mensejahterakan anggotanya sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah? Bagi seluruh anggota PBNLI yang ribuan jumlahnya dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote. Bahkan yang berada di pulau-pulau terdepan dan terpencil di seantero Nusantara.

PBNLI akan memberikan edukasi tentang penangkapan lobster maupun benih bening yang berkelanjutan dan memperhatikan dampak lingkungan maupun sosial kemasyarakatan dengan tujuan untuk satu mendorong terjalinnya kerjasama nelayan dengan pengusaha dan pembudidaya lobter, kedua mendorong adanya regulasi pemerintah yang dapat memberikan kepastian berusaha dan meningkatkan kesejahteraan bagi nelayan dan pembudidaya lobster.

Ketiga, mendorong ekspor lobster dengan membuka pasar baru di dunia melalui peningkatan mutu dan kualitas produksi lobster- Tidak hanya itu, salah satu cara atau solusi lain yang ditawarkan, PBNLI siap mendatangkan tenaga ahli dari Vietnam untuk berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kualitas budidaya lobster di Indonesia.

Terlebih komoditas lobster saat ini mengalami kenaikan produksi di seluruh dunia. Dari catatan Organisasi Pangan dan Agrikultur Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang dirilis pada 2019, produksi Lobster dunia tumbuh rerata 2,30 persen per tahun.

Sedangkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, nilai ekspor lobster pada periode 2014-2018 mengalami pertumbuhan rerata 20,42 persen per tahun. Dari lima lobster yang ada di wilayah perairan Indonesia, tercatat lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan yang ada.

"Bahkan berdasarkan kajian BRSDM KP, hasilnya diketahui ada potensi yang sangat besar untuk jenis lobster mutiara dan lobster pasir ini. Kedua jenis lobster ini potensinya mencapai 278.950.000 ekor dan tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan agar bisa mewujudkan pengelolaan sumber daya lobster yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, maka regulasi tata kelola sumber daya perikanan lobster perlu diterapkan untuk memperkuat tata kelola benih lobster dan PBNLI tentunya akan berperan menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memperjuangkan adanya regulasi peraturan yang adil, stabilitas harga lobster di pasar.

Hingga terjaminnya sumber pendapatan dan kesejahteraan nelayan pembudidaya lobster sekaligus keberlanjutan bagi alam. Oleh karena itulah, pada hari ini kelahiran Perkumpulan Pembudidaya dan Nelayan Lobster Indonesia menjadi penting untuk kita semua.


sindo