Produksi RI Turun, Harga CPO Dibawa Terbang Tinggi Hari Ini

Ekonomi | DiLihat : 35 | Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:36
Produksi RI Turun, Harga CPO Dibawa Terbang Tinggi Hari Ini

Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)



JAKARTA - Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melesat tinggi hari ini, Kamis (13/8/2020). Kenaikan harga CPO dipicu oleh naiknya harga minyak nabati substitusi hingga penurunan output di Indonesia.

Pada 10.15 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatif Exchange menguat 1,93% ke RM 2.740/ton. Harga CPO cenderung bergerak dengan volatil di bulan Agustus ini.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan pada semester I-2020, produksi minyak sawit Indonesia tercatat turun 8,9% ke 23,5 juta ton. Sebagai catatan pada paruh pertama tahun lalu produksi sawit di Tanah Air mencapai 25,88 juta ton.

Anjloknya harga hingga musim kering yang berkepanjangan menjadi dalang dari penurunan output pada enam bulan pertama tahun ini. Hal ini pun diamini oleh Wakil Presiden PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan juga Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono.
Baca: Alamak! Terjun Bebas Terus, Harga Batu Bara Terendah 4 Tahun

Sepanjang semester I-2020 ini, ekspor sawit tercatat sebesar 15,50 juta ton dari periode yang sama tahun lalu 17,56 juta ton. Sementara untuk konsumsi domestik sendiri tercatat sebesar 8,66 juta ton.

"Kontraksi 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengingat secara bulanan tidak pernah lebih tinggi dari pencapaian bulanan di tahun lalu," kata ketua umum Gapki Joko Supriyono, dalam konferensi pers virtual.

Tahun lalu, ekspor CPO dan turunannya mencapai 36,17 juta ton, naik 4,2% dari capaian pada periode sama tahun sebelumnya 34,70 juta ton. Data Gapki mencatat, nilai ekspor sawit pada tahun ini hingga Juni 2020 atau semester I-2020 mencapai US$ 10,060 miliar.

Sementara itu, sepanjang tahun 2019 nilai ekspor sawit RI mencapai US$ 20,22 miliar, meskipun turun dari 2018 yakni US$ 23,33 miliar dan turun juga dari posisi 2017 US$ 24,94 miliar.

Sentimen lain yang juga mengerek harga CPO hari ini adalah kenaikan harga minyak nabati jenis lainnya. Untuk kontrak minyak kedelai yang paling aktif ditransaksikan di Bursa Dalian naik 4,07%, sementara untuk kontrak minyak sawitnya juga naik 2,66%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,48%.


cnbc