Jadi Penulis Tamu, AHY Wakili Milenial di Buku tentang Ketahanan Pangan

Inspirasia | DiLihat : 96 | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 22:34
Jadi Penulis Tamu, AHY Wakili Milenial di Buku tentang Ketahanan Pangan

JAKARTA - Ada hal menarik di buku berjudul Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi yang akan diterbitkan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.

Dari sembilan nama penulis buku ini, ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)yang saat ini menjabat Ketua Umum DPP Partai Demokrat. “AHY sengaja diminta untuk menjadi penulis tamu, dan beliau juga satu-satunya penulis yang mewakili kalangan milenial,” kata Direktur Utama Pandu Tani Indonesia (Patani) Sarjan Tahir, Sabtu (8/8/2020).

Sarjan belum bersedia memberikan bocoran mengenai tulisan AHY di buku yang bakal terbit nanti. “Judulnya adalah...Pastinya sangat keren, dan nanti bisa dibaca langsung saat peluncuran,” ujar Sarjan.(Baca juga: Lewat Buku, Tiga Eks Menteri Bahas Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan)

Sekadar diketahui buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi yang disunting Kepala Editor Bahasa KORAN SINDO Jaelani Ali Muhammad, diinisiasi lembaga Pandu Tani Indonesia (Patani).

Patani selama 12 tahun belakangan sangat konsen bergiat di dunia pertanian berikut mendampingi aktivitas petani.

Selain AHY, ada tiga mantan menteri yang juga menyumbang tulisan di buku berupa bungan rampai ini, yakni Prof Dr H Bomer Pasaribu (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada paruh pertama era pemerintahan Abdurrahman Wahid), Prof Dr Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong), dan Dr Anton Apriyantono (Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Bersatu).

Tak hanya itu, buku ini juga memuat tulisan Prof Dr Hermanto Siregar, yang tercatat sebagai anggota dewan di sejumlah organisasi profesional, termasuk Dewan Ekonomi Nasional, Asosiasi Ekonom Indonesia, Asosiasi Ekonom Pertanian Indonesia, dan Forum Kebijakan Pertanian Asia Pasifik.

Lalu ada pula tulisan eksekutif Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Bulog Sutarto Alimoeso, Direktur Indofood dan CEO sejumlah perusahaan raksasa di Indonesia Franciscus Welirang, Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) Glenn Pardede, serta doktor bidang keahlian ilmu perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan Harry Santoso.

Sementara Pemimpin Redaksi KORAN SINDO dan SINDOnews.com Djaka Susila mengapresiasi hadirnya buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi.

Menurut Djaka, ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, namun menjadi isu global. Bukan saat ini saja namun sejak seiring bertambahnya penghuni bumi.

“Seiring pula dengan individu di bumi yang nomaden menjadi berkoloni hingga menjadi bangsa-bangsa. Ini dapat dilihat dari bagaimana manusia terus melahirkan teknologi yang berkaitan dengan pangan, dan agar ketahanan pangan bisa terjaga,” kata Djaka.

Indonesia, lanjut Djaka, bukan hanya dianugerahi kekayaan alam luar biasa, bahkan mungkin tersubur di bumi ini. Leluhur bangsa Indonesia pun, kata dia, cukup piawai dalam mengelola pangan, baik dengan teknologi maupun berkolaborasi langsung dengan alam.

“Sumber alam dan manusia yang dimiliki bangsa ini semestinya bisa menjadikan Indonesia bangsa besar, terkhusus dalam hal ketahanan pangan. Buku ini kembali sebagai bukti betapa Indonesia mempunyai kedua hal tersebut. Buku ini memberikan sumbangsih bagi bangsa ini untuk mengelola pangan di Indonesia dengan baik,” tutur Djaka.


sindo