Perubahan Strategi dalam Memperkuat Kostratani

Poros Tani | DiLihat : 171 | Selasa, 04 Agustus 2020 | 19:36
Perubahan Strategi dalam Memperkuat Kostratani

JAKARTA – Kementerian Pertanian telah mencanangkan strategi pembangunan di Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Semasa pandemi COVID 19, perubahan strategi mutlak dilakukan untuk memperkuat Kostratani.

“Kondisi Covid-19 membuat kita harus mengubah strategi untuk kegiatan pertanian, termasuk membuat strategi baru untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM pertanian dalam kerangka Kostratani," ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan.

Mentan SYL menilai adanya pandemi COVID 19 ini membuat perubahan seperti pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan secara digital.  "Semua ini kita tempuh agar pelatihan dan penyuluhan terus berlangsung, sehingga pertanian juga terus terjaga,” katanya.

Strategi tersebut juga ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dalam kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan, Selasa (04/08) yang mengambil tema "Sinergitas Kegiatan Utama Pembangunan Pertanian di Kostratani".

"Kementan sudah mengalokasikan anggaran untuk mendukung aktivitas dan pembangunan di Kostratani. Namun, pandemi Covid-19 membuat seluruh alokasi dana digunakan untuk pencegahan. Termasuk dana untuk Kostratani,” tuturnya.

Kondisi ini juga membuat BPPSDMP melakukan perubahan strategi. Kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan secara konvensional dengan tatap muka, sekarang semua dilakukan secara online.

“Kita harus merevisi banyak kegiatan. Seperti Pembinaan PPL, Petani, DPM, DPA, semua dilakukan secara online. Seperti melalui, Mentan Sapa Petani dan Penyuluh, Ngobrol Asik, Bertani On-Cloud, Millenial Agriculture Forum,” tuturnya.

Dedi menjelaskan, strategi lain yang dilakukan BPPSDMP adalah Pembentukan Model BPP Konstratani berbasis ICT di dekat kantor wilayah seluruh unit kerja Pusat, UPT BPPSDMP, Litbang, dan Barantan.

BPPSDMP juga melakukan redesign usulan program Hibah Luar Negeri (PHLN) secara bertahap untuk pembangunan Kostratani tahun 2020 berupa pengadaan sarana IT (723 unit), serta mendapat dukungan dari Eselon I lain seperti Setjen, Ditjen TP, Ditjen Horti, Ditjen Bun, dan Ditjen PSP, berupa pengadaan IT tahun 2020 sebanyak 2.750 unit.

“Selain itu, kita mengusulkan di tahun 2021 agar semua Ditjen Teknis mengalokasikan anggaran untuk Demplot sesuai komoditas masing-masing. Kita pun melakukan konsolidasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bagi BPP yang belum mendapatkan bantuan sarana IT dari Pusat agar mengadakan sarana IT sendiri dan berpartisipasi aktif dalam pelatihan virtual yang diselenggarakan oleh BPPSDMP,” jelasnya.

Seperti yang sudah diketahui, Kostratani akan menjalankan program utama Kementerian Pertanian, serta mengawal tujuan pembangunan pertanian. Seperti penyediaan pangan untuk 267 juta masyarakat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan juga ekspor. “Tujuan pembangunan pertanian bisa diwujudkan Kostratani melalui peningkatan produktivitas, kualitas, dan kontinuitas,” tambah Prof Dedi.

Karenanya, Kostratani akan menjadi pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan IT dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Kostratani adalah BPP yang diberdayakan. Seperti memberdayakan IT, jaringan, penyuluh, dan mantri tani/KCD anggota, poktan/gapoktan/kub, operator it, medik veteriner, paramedik veteriner, dan lainnya,” katanya.

Dedi mengakui, selama ini BPP digadang-gadang menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, hingga pusat bangun kemitraan. Sayangnya, upaya tersebut belum maksimal dan BPP juga belum terkoneksi dengan Agriculture War Room (AWR).

“Fungsi inilah yang diperkuat oleh Kostratani. BPP yang menjadi Kostratani sudah maksimal menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pemb pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, pusat bangun kemitraan, dan sudah terkoneksi dengan AWR,” ujarnya.

Syarat BPP Kostratani

Dalam kesempatan itu, Prof Dedi juga memaparkan syarat calon Model BPP Kostratani adalah Lokasi dekat kantor/lokasi pendampingan/kegiatan lain di UK/UPT BPPSDMP, Balitbangtan, dan Barantan.

Terdapat fasilitas listrik dan Teknologi Informasi seperti komputer dan internet. "Paling penting, ada keinginan atau semangat penyuluh, serta ada dukungan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Provinsi," tambahnya.

Penyuluh millenial pun diharapkan ada di dalam BPP yang menjadi Kostra Tani. Sebab regenerasi petani millenial juga menjadi tujuan dari pembangunan pertanian di masa depan. Sebab karakter penyuluh milenial yang inovatif, berinteraksi dengan media sosial, fleksible, punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan peka terhadap perubahan harus melekat pada Kostratani.

Karenanya, penyuluh dalam Kostratani harus mampu menjadi insan yang handal, tekun, dan profesional. Paling penting mereka juga harus melek teknologi agar bisa memberikan ilmunya kepada petani. Penyuluh milenial juga harus selalu meng-update teknologi informasi serta mengusai dan mampu mengoperasionalkan seluruh perangkat system yang dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

"Sehingga peranan Kostratani sebagai pusat data dan informasi, pusat konsultasi agribisnis, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, hingga jejaring kemitraan bisa tercapai," pungkas Prof Dedi.


tabloidsinartani