Faisal Ali, Panen Udang 45 Ton per Ha

Kiat Tani | DiLihat : 38 | Minggu, 02 Agustus 2020 | 11:28
Faisal Ali, Panen Udang 45 Ton per Ha

Setelah magang dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dari balai, usahanya mulai menunjukkan hasil, dengan produktivitas tinggi.


JAKARTA ---  Budidaya udang apabila ditekuni dengan baik akan memberikan hasil menggembirakan. Namun, ketika memulai usaha budidaya udang tak serta-merta berjalan mulus. Seiring dengan pengalaman dan ketekunan mengelola tambak udang, akhirnya membuahkan hasil gemilang.

Faisal Ali, salah seorang petambak udang di Surade, Kabupaten Sukabumi mengaku,  awal usaha budidaya udang selama 4 siklus yang dijalaninya mengalami kegagalan panen. Meski sempat gagal, ia tak putus asa. Upaya untuk mencari tahu tentang budidaya udang pun dilakukan.

" Saya kemudian berinisiatif melakukan magang teknis di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dan mendapat pembinaan langsung dari petugas balai tersebut ," kata Faisal, di Jakarta,  Kamis (30/7).

Menurut Faisal,  setelah magang dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dari balai, usahanya mulai menunjukkan hasil, dengan produktivitas tinggi.

" Dulu, 4 musim tanam gagal terus. Setelah mendapat pendampingan dan konsisten menerapkam SOP dari balai, alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Kami bisa panen hingga 45 ton per hektar. Ini rekor yang sangat bagus," kenang Faisal.

Faisal mengaku, tambak dengan luasan masing-masing 1.600 meter persegi sebanyak 5 petak diisi benurbdengan kepadatan 200 ekor/ m2. Tambak tersebut mampu panen  rata-rata  7,5 ton/petak.

" Lama pemeliharaan 120 hari dan rata-rata FCR 1,25. Sedangkan udang yang dipanen ukuran  30 ekorper kg," ujarnya.

Menurut Faisal, dengan hasil yang memuaskan tersebut akan menambah optimisme dalam berbisnis budidaya udang. " Kami siap dukung program pemerintah untuk genjot produksi udang nasional. Kami juga mengucapkan terima kasih atas peran BBPBAP Jepara dalam melakukam pendampingan teknis hingga berhasil," kata Faisal.

Optimis Target Tercapai

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan,  pihaknya optimis target peningkatan produksi udang sebesar 250 persen pada tahun 2024 bakal tercapai. Slamet juga memastikan, program pengembangan udang telah menjadi program prioritas nasional. Sehingga,   lintas sektoral akan diminta support sesuai kewenangannya.

"Kemarin pak Menko Maritim dan Investasi sudah canangkan untuk garap 100.000 hektar tambak dalam lima tahun mendatang. Untuk merealisasikannya, KKP dan lintas sektoral terkait telah menyusun peta jalan untuk lima tahun ke depan," kata Slamet.

Slamet mengatkan,  lokus pengembangan, berapa input yang dibutuhkan, siapa dan apa yang bisa dikerjakan masing masing sektor terkait kurun lima tahun ke depan sudah jelas. " Kami juga mengapresiasi keberhasilan panen oleh pembudidaya udang di Surade, Sukabumi sebagai titik awal harapan pencapaian target," ujarnya.

Menurut Slamet, inisiatif pembudidaya untuk menerapkan SOP yang benar akan menjadi modal sendiri jika ingin berhasil. Contoh keberhasilan di Surade, Sukabumi ini bisa ditularkan di daerah lain.

" Intinya , masyarakat sudah mulai faham bagai mana menerapkan best management practices dalam budidaya udang," kata Slamet.

Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo mengatakan,  komitmem penerapan SOP dan pola pendampingan yang baik jadi faktor penentu keberhasilam budidaya udang. Karena itu, selama proses pemeliharaan, petambak disupport setiap saat oleh tim ahli dari Jepara.

" Petambak juga mengaplikasikan bahan- bahan pendukung yang digunakan, seperti probiotik,feed aditive hasil innovasi para tenaga ahli BBPBAP Jepara. Dengan hasil ini  menunjukkan bahwa SOP budidaya udang di BBPBAP Jepara terbukti mampu memberikan kontribusi nyata pada keberhasilan para petambak," papar Sugeng.

Sugeng juga mengatakan, BBPBAP Jepara selalu  berkontribusi untuk meningkatkan produksi udang nasional dengan melakukan pendampingan teknis kepada para petambak,  baik skala besar maupun skala kecil.


tabloidsinartani