Sepatu dari Limbah Kopi dan Alternatif Lain Penyelamatan Perkebunan Kopi

Ekonomi | DiLihat : 40 | Rabu, 29 Juli 2020 | 12:29
Sepatu dari Limbah Kopi dan Alternatif Lain Penyelamatan Perkebunan Kopi

ADA beberapa alternatif untuk penyelamatan perkebunan kopi, baik di on farm maupun off farm (pengolahan limbah kopi).

Tokoh dan pelaku perkebunan Indonesia Soejadi Kartasasmita mengatakan perkebunan kopi Indonesia harus dipertahankan sebagai ikon komoditas perkebunan Indonesia. “Oleh karena itu dari sekarang harus diambil langkah langkah untuk menjaga eksistensinya karena di masa depan akan banyak tantangan tantangan baru, tambah Soedjai Kartasasmita dalam Webiinar Tentang Kopi Arabica (28/7).

Tantangan terbesar dalam agribisnis kopi dan kakao di Indonesia jelas Soedjai Kartasasmita adalah kenaikan temperatur bumi sebagai akibat pemanasan global. Coklat dan kopi akan menjadi korban pertama padahal pada lain sisi banyak peluang baru terbuka karena konsumsi kopi akan meningkat seiring dengan kenaikan jumlah penduduk dunia. (sinartani)

Strategi yang diluncurkan oleh negara negara produsen kopi di Amerika Latin seperti Mexico dan Panama lanjutnya ialah mengalihkan secara berangsur-angsur penanaman kopi Arabica ke daerah yang lebih tinggi yaitu:  dari ketinggian 700 m di atas permukaan laut ke ketinggian 1400 m di atas permukaan laut;  lokasi dengan ketinggian 400m- 700 m di atas permukaan laut  dimanfaatkan untuk penanaman coklat.

Pendekatan lain ialah menciptakan hibrida baru yang tahan terhadap perubahan iklim. “Sewajarnya kalau Indonesia menempuh alternatif ke 2,” tambahnya.

Ada peluang untuk mendapatkan nilai tambah dari perkebunan kopi. “Dari segi off farm ialah melakukan daur ulang limbah kopi yang kemudian dijadikan bahan baku untuk berbagai produk,” jelasnya.

Soedjai mencontohkan di Jerman limbah kopi dijadikan bahan baku buat pembuatan sandal dan sepatu yang beraroma kopi. Di Jerman limbah Kopi juga dijadikan bahan baku untuk membuat bioplastic.

Sedangkan dii Taiwan, limbah Kopi  dijadikan serat untuk bahan tenunan yang dipakai untuk membuat baju yang berkualitas tinggi.

Menurut Soedjai Kartasasmita, sebaiknya Indonesia dari sekarang sudah mengambil langkah langkah baik di tingkat on farm maupun off farm. Dengan lain perkataan inovasi inovasi perlu sekali. Idealnya langkah langkah seperti ini mendapat dukungan dari Pemerintah.