Inovasi Balitbangtan untuk Tingkatkan Produktivitas dan Ekspor Jeruk Lokal

Peluang Usaha | DiLihat : 94 | Selasa, 21 Juli 2020 | 20:43
 Inovasi Balitbangtan untuk Tingkatkan Produktivitas dan Ekspor Jeruk Lokal

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menghasilkan inovasi teknologi untuk mendongkrak produksi jeruk nasional ke pasar ekspor. Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak jenis jeruk potensial yang dapat dikembangkan baik untuk pasar dalam negeri maupun global.

    Lebih lanjut disampaikannya, hampir semua jeruk impor yang masuk ke Indonesia penampilannya memikat hati. Dengan demikian, petani jeruk di Indonesia harus didorong untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari jeruk yang ada.

    “Jeruk di Indonesia cukup bervariasi dari satu provinsi ke provinsi lain misalnya jeruk siam, keprok, mandarin, dan lain-lain. Potensinya sangat besar dari segi cita rasa dan kualitas, namun penampilan jeruk masih perlu ditingkatkan,” ujar Fadjry saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar #4: Tren Jeruk Dunia dan Posisi Indonesia di Pasar Internasional, kemarin (1/7/2020).

    Untuk itu, Balitbangtan memiliki teknologi degreening yang dapat membantu dalam meningkatkan warna dari jeruk yang ada di Indonesia.

    Untuk bisa menembus pasar global, Fadjry juga menekankan pentingnya kontinuitas produksi jeruk. Indonesia memiliki rentang iklim yang sangat bervariasi dari Sabang sampai Merauke yang bisa dimanfaatkan untuk mengatur pembuahan sepanjang tahun. Karena itu pula, Balitbangtan memliki teknologi Bujangseta yang memungkinkan tanaman jeruk berbuah sepanjang tahun.

    “Balitjestro sudah punya teknologi yang bisa mendorong produktivitas jeruk termasuk mengatur pembuahan sepanjang tahun dengan teknologi Bujangseta. Dengan sentuhan teknologi, jeruk-jeruk kita bisa masuk ke beberapa pasar global,” paparnya.

    Fadjry juga menekankan bahwa negara tujuan ekspor menghendaki buah-buahan yang bebas hama penyakit. Untuk mengatasi kendala tersebut, perlu mendorong pelaku usaha agar jeruk-jeruk yang akan diekspor sudah memenuhi standar kualifikasi yang diinginkan negara-negara tujuan. “Balitbangtan siap membantu mendorong jeruk kita bisa masuk ke pasar ekspor,” tuturnya.

    Fadjry menambahkan, “Industri-industri yang ada di sentra jeruk juga perlu ditumbuhkan sehingga pada kondisi jeruk melimpah, melalui teknologi pascapanen dan pengolahan jeruk bisa lebih lama bertahan dan bisa diolah menjadi beberapa produk olahan.” (kementan)