Menelusuri Bukit Karst dari Sungai Pute di Sulsel

Potensi Desa | DiLihat : 213 | Rabu, 19 Juni 2019 | 13:40
Menelusuri Bukit Karst dari Sungai Pute di Sulsel

                   Pengunjung bisa menyusuri Sungai Pute dengan Rp 200 ribu untuk empat orang.
MAROS – Keindahan alam Indonesia sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Setiap daerah pasti memiliki keindahan yang menggugah dan dibalut kekayaan budaya yang tersemat.

Tak terkecuali di Sungai Pute, Rammang Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sungai yang dikelilingi bukit batuan karst tersebut seolah menggenapi ‘lukisan’ indah alam ciptaan Allah.Republika.co.id berkesempatan mengunjungi desa Rammang Rammang, Sabtu (15/6). Pada kesempatan tersebut, ada salah satu destinasi wisata menarik yang dapat dieksplorasi dengan menggunakan perahu di Sungai Pute.Rammang Rammang sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti sekumpulan awan atau kabut. Berdasarkan penuturan penduduk setempat, nama tersebut disematkan untuk wilayahnya sebab daerah Rammang Rammang kerap diselimuti awan saat pagi hari atau menjelang hujan.

“Dari nenek moyang kami ceritanya seperti itu,” kata Andy, salah satu warga Desa Rammang Rammang, kepada Republika.co.id, Sabtu (15/6).

Memang, awan-awan di sekitar Rammang Rammang tebal bergerumul. Kendati bergerumul, awan-awan tersebut nampak teduh dan cerah, bukan awan yang bergerumul hitam seperti awan kumulonimbus.

Belum lagi pemandangan bukit-bukit karst di sepanjang Sungai Pute yang dapat dilalui dengan perahu sampan, membuat keindahan di wilayah tersebut seolah sempurna. Dengan bermodalkan Rp 200 ribu untuk empat orang, pengunjung dapat menyusuri Sungai Pute dan wisata gua karst yang ada di ujung destinasi.

Salah satu petugas perahu, Salman (19 tahun), mengaku hanya melintas satu kali per hari di Sungai Pute. Hal itu disebabkan jumlah antrean perahu sebanyak 80 unit sehingga memaksa mereka untuk menghargai mekanisme antrean yang telah diatur.

“Kalaupun sedang ramai pengunjung, seperti di libur Lebaran, kami tetap bawa pengunjung satu kali saja,” kata dia.Salman mengatakan, para petugas yang menyewakan perahu saling mengerti satu sama lain. Sehingga dia meyakini, tidak ada satu pun petugas perahu yang ingin serakah meneyerobot antrean pengunjung yang datang.

Selain itu, para petugas perahu juga kerap menjadi pemandu wisata bagi para pengunjung jika ingin menelusuri gua-gua karst yang ada di ujung destinasi. Di sepanjang perjalanan dengan perahu itu, pengunjung bakal menikmati hamparan langit luas yang ditemani bebukitan karst dan awan cerah yang bergerumul.

Sekilas, pemandangan indah tersebut nampak familiar seperti gambar-gambar brosur wisata Lonely Planet tentang Vietnam dan Thailand yang terkenal seantero dunia. “Kebanyakan yang datang ke sini baru wisatawan lokal,” kata Salman.

Dia berharap, ke depan, magnet Sungai Pute dengan bukit Rammang Rammang dapat memancing wisatawan dari seluruh daerah nusantara serta internasional. Dia percaya, wisata alam Indonesia tak kalah dengan negara-negara lain.

republika