Pupuk Kimia Pengaruhi Kualitas Tanah, Ragam Pupuk Organik Berikut Ini Lebih Ramah

Ekonomi | DiLihat : 663 | Senin, 17 Juni 2019 | 10:14
Pupuk Kimia Pengaruhi Kualitas Tanah, Ragam Pupuk Organik Berikut Ini Lebih Ramah

Penggunaan pupuk kimia tak hanya tidak baik untuk kesehatan, namun juga berdampak pada kualitas tanah. Karena itu, pertanian organik mulai kembali dilirik. Namun demikian, untuk dapat menghasilkan tanaman organik banyak hal yang harus diketahui, termasuk jenis pupuk organik yang bisa diberikan pada tanaman. 

Berikut ini perbedaan dan penjelasan lima jenis pupuk organik dan kegunaannya untuk tanaman seperti dilansir dari IDNtimes. 

1. Pupuk kompos
Kompos adalah hasil dari pelapukan atau dekomposisi bahan organik yaitu sisa tanaman dan hewan yang sudah terurai oleh organisme pengurai baik mikroorganisme maupun makroorganisme. Selain terjadi secara alami oleh tenaga alam. Saat ini penguraian bahan organik untuk kompos juga telah berkembang oleh campur tangan teknologi dan ilmu pengetahuan sehingga kini berbagai varian dekomposer dan hasil dekomposisi dapat diusahakan sesuai kebutuhan. 

Kompos biasanya digunakan sebagai campuran ke dalam tanah dengan tujuan memperbaiki sifat fisik, biologi maupun kimia tanah sehingga dapat menyediakan media tumbu yang baik dan maksimal untuk tanaman.

2. Pupuk kandang
Seperi namanya, pupuk kandang adalah pupuk organik yang dihasilkan dari limbah kandang berupa kotoran hewan ternak baik sapi, kambing ataupun kerbau bahkan ayam dan bebek. Pupuk kandang digunakan setelah didiamkan beberapa saat sampai menjadi matang dan dingin. Dan kemudian digunakan sebagai pupuk dasar pada tanah sebelum dilakukan penanaman untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dan mengaktifkan mikroorganisme bermanfaat dalam tanah.

3. Pupuk Hayati Organik
Pupuk hayati organik adalah pupuk yang terdiri dari mikroorganisme-mikroorganisme yang bermanfaat dan mampu menyediakan nutrisi untuk tanaman dan kesehatan tanah. Pupuk hayati melalui organisme yang terdapat di dalamnya mampu secara sistematis menyediakan nitrogen yang ia fiksasi dari atmosfer, melarutkan fosfor dan mensintesis enzim-enzim lain yang dibutuhkan tanaman.

4. Pupuk Hijau
Berbeda dengan pupuk-pupuk organik sebelumnya yang membutuhkan waktu dan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum aplikasi, pupuk hijau adalah pupuk organik yang terbuat dari hijauan-hijauan sisa tanaman yang bisa langsung dibenamkan ke dalam tanah dan dijadikan pupuk. Pupuk hijau biasanya terbuat dari jenis tanaman leguminosa atau kacang-kacangan atau tanaman air yang memiliki c/n rasio yang rendah sehingga mudah terurai dan diserap tanaman.

5. Humus
Humus adalah hasil pelapukan segala jenis bahan organik yang terjadi secara alami di tanah dan telah berlangsung sangat lama sehingga telah menjadi tanah. Jadi humus adalah jenis tanah yang sangat subur dan memiliki kandungan nutrisi dan unsur hara yang melimpah untuk tanaman. Memiliki ciri berwarna gelap, bertekstur gembur dengan daya serap dan daya ikat tinggi akan air sehingga dapat menyediakan air kapiler yang banyak dan baik untuk pertumbuhan tanaman.

trubus


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau