Tinggalkan Plastik, Supermarket di Thailand Gunakan Daun Pisang Sebagai Kemasan

Lifestyle | DiLihat : 210 | Selasa, 14 Mei 2019 | 10:01
Tinggalkan Plastik, Supermarket di Thailand Gunakan Daun Pisang Sebagai Kemasan

Sebuah supermarket di Thailand muncul dengan cara jenius untuk mengurangi kemasan plastik. Di supermarket itu, plastik yang biasa digunakan untuk membungkus berbagai macam produk sayuran yang mereka jual, digantikan oleh daun pisang.

Kemasan daun pisang itu berasal dari supermarket Rimping di Chiangmai, Thailand. Sebuah perusahaan real estat di Chiang Mai, Perfect Homes, memposting foto kemasan daun pisang ke halaman Facebook mereka dan dengan cepat mendapat perhatian luas.

Patut diketahui, dari 9 miliar ton plastik yang pernah diproduksi di bumi, hanya 9% yang telah didaur ulang. Kondisi ini, bersama dengan proyeksi pembuatan plastik yang meningkat pesat, telah menyebabkan perhatian global terhadap plastik sekali pakai.Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa pada tahun 2050 akan ada 12 miliar ton plastik di tempat pembuangan sampah, lingkungan, dan lautan. Dari limbah ini, puntung rokok, botol minum plastik, pembungkus makanan, dan kantong belanja plastik adalah kontributor terbesar.

Penggunaan daun pisang alih-alih plastik untuk mengemas sayuran adalah cara yang bagus untuk mengurangi plastik sekali pakai. Walaupun sepertinya mereka menggunakan beberapa plastik untuk menempel label, metode ini secara signifikan mengurangi jumlah plastik yang dibutuhkan. 

Mereka hanya dibungkus dengan daun pisang dan diamankan menggunakan sepotong bambu yang fleksibel. Daun pisang adalah alternatif yang bagus untuk plastik karena daunnya besar, tebal dan cukup lentur untuk dilipat.Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah biaya yang dikeluarkan tentunya lebih ringan dibandingkan plastik sekali pakai. Pasalnya, di daerah tropis, daun pisang banyak dan sangat mudah dijumpai serta dapat diperoleh dengan gratis tergantung pada jumlah yang dibutuhkan. 

Di lokasi yang lebih beriklim, penggunaan daun pisang bisa jauh lebih mahal daripada plastik. Namun, menggunakan produk biodegradable lokal bisa menjadi alternatif yang baik di lokasi di mana pohon pisang tidak tumbuh.

Penggunaan daun pisang untuk membungkus makanan memiliki sejarah panjang. Di beberapa daerah tropis Meksiko, tamale dibungkus dengan daun pisang. Orang Hawaii menggunakan daun pisang selama memanggang babi untuk melindungi babi dari batu lava panas. Mereka juga digunakan untuk membungkus nasi ketan di Asia Tenggara. [RN]

trubus



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau