Museum Pertanian Terbesar se-Asia Tenggara Ada di Bogor

Infrastruktur | DiLihat : 179 | Jumat, 03 Mei 2019 | 11:05
Museum Pertanian Terbesar se-Asia Tenggara Ada di Bogor

BOGOR - Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan Museum Pertanian pertama di Indonesia, Senin (22/4/2019). Museum yang disebut-sebut sebagai museum pertanian terbesar se-Asia Tenggara itu terletak di jantung Kota Bogor, persisnya di Jalan Ir Juanda yang berseberangan dengan Kebun Raya Bogor. Berarsitektur gedung jaman Belanda, kehadiran Museum Pertanian ini diharapkan dapat memberikan informasi penting kepada masyarakat tentang sejarah panjang pertanian di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menuturkan, tujuan didirikannya museum tersebut adalah untuk mengenalkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara agraris dan siap menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045.

"Di sini (museum) menggambarkan sejarah panjang pertanian Indonesia mulai dari sebelum masa penjajahan, di masa penjajahan hingga masa kini. Bahwa kita tidak tertinggal dengan negara lain," ucap Syukur. Ia mengatakan, pihaknya ingin mengubah stigma di masyarakat, khususnya kaum milenial terhadap sektor pertanian yang selama ini kerap dipandang sebelah mata dan kurang diminati. Selain itu, dengan bentuk bangunan heritage bernilai historis, diharapkan juga mampu menjadikan Museum Pertanian ini menjadi destinasi wisata yang menarik.

"Kita ingin memberi gambaran bahwa pertanian itu bersih, ngikutin teknologi, ada mekanisasi. Kemudian semuanya pakai gadget dan orientasinya ke bisnis. Jadi bagaimana agar milenial tertarik terjun ke bidang pertanian yang selama ini dipandang kotor, miskin dan sebagainya," jelas Syukur.

Setelah diresmikan, museum yang memiliki tiga lantai ini bakal dibuka untuk umum secara gratis selama tiga bulan ke depan. "Tiga bulan pertama gratis supaya untuk pengenalan, untuk tarif ke depannya kita diskusikan dengan komunitas. Ini juga akan jadi destinasi wisata di Kota Bogor. Jadi yang wisata ke Kebun Raya Bogor juga akan diarahkan ke sini," pungkasnya.

kompas


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau