Internet Masih Jadi Kendala Digitalisasi Pertanian

Ekonomi | DiLihat : 147 | Selasa, 30 April 2019 | 10:25
Internet Masih Jadi Kendala Digitalisasi Pertanian

Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Sri Kuntarsih menyatakan, Kementan memiliki forum fintech pertanian yang hampir seluruh anggotanya milenial. Di dalamnya, dibahas pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian hingga efisiensi produksi."Sayangnya, 90 persen anggota forum ini fokus di sektor perdagangan. Mereka masih takut main-main ke budidaya karena resikonya yang lebih besar," paparnya dalam Focus Group Discussion Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Jakarta, Senin (29/4).

Sementara, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Edi Purnomo menyatakan teknologi dapat meningkatkan efisiensi produksi, karena biaya produksi per unit jauh lebih murah.

"Investasi awalnya memang mahal karena beli teknologi, tapi setelah digunakan, teknologi dapat mengurangi cost per unit. Tujuan industrialisasi kan efisiensi, tapi tidak mengurangi kualitas produk, dengan adanya teknologi akan sejalan tujuan itu," ujarnya.

Meski begitu, akses mendapatkan teknologi tersebut juga masih sulit. Jaringan internet masih minim, sedikitnya pendamping petani dalam penerapan teknologi serta kepentingan para petani sendiri. Sebagian besar petani yang memiliki ladang tidak lebih dari 1 hektare dan bertani untuk skala kecil dirasanya tidak begitu memerlukan teknologi.

"Infrastruktur sebenarnya tinggal dimaksimalkan, sudah ada Palapa Ring, saya kira jika benar-benar dimasifkan teknologi bisa membantu petani-petani kita," tutup Slamet.

merdeka


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau