Cara Membuat Tempe dari Biji Karet

Peluang Usaha | DiLihat : 565 | Rabu, 24 April 2019 | 09:57
Cara Membuat Tempe dari Biji Karet

Biji karet selama ini hampir tidak mempunyai nilai ekonomis dan hanya dimanfaatkan sebagai benih generatif pohon karet. Namun tahukah Anda? Padahal, Anda bisa membuat tempe dari biji karet. Biji karet memiliki kandungan minyak nabati yang tinggi dan memiliki asam lemak tak jenuh yang tinggi sehingga cocok sebagai bahan baku pembuatan makanan yang sehat. Secara rinci proses pembuatan tempe dari biji karet sebagai berikut.Siapkan biji karet sebanyak 1 kilogram. Biji karet dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran pada kulit biji. Selanjutnya, biji karet dibuang kulitnya dengan cara memecahkannya. Setelah terpisah dari kulitnya, daging biji direndam selama 1 × 24 jam.

Setelah direndam, kemudian rebus selama 1 jam. Tiriskan dan biarkan hingga dingin, setelah dingin air rebusan di buang lalu buang bakal daun yang terdapat di dalam biji. Setelah itu, rendam kembali biji karet selama 1×24 jam.

Biji karet lalu dicuci dan dikukus ± 30 menit. Setelah dikukus selama 30 menit, air yang tersisa di dalam panci dibuang, kemudian biji karet dipindahkan ke tampah dan diratakan tipis-tipis. Selanjutnya, biji karet dibiarkan dingin sampai permukaan keping karet kering dan airnya menetes habis.

Setelah dingin, taburkan ragi tempe (Rhizopus oryzae) sebanyak ± 2 gram (0,2 persen dari bobot biji karet) sambil diaduk-aduk sampai rata. Penambahan ragi bertujuan mempercepat/merangsang pertumbuhan jamur. Tahap peragian (fermentasi) adalah tahap penentu keberhasilan dalam membuat tempe.

Selanjutnya, tempe dikemas sesuai dengan selera, dapat menggunakan plastik ataupun daun pisang. Plastik atau daun pisang yang telah berisi biji karet dilubangi dengan menggunakan jarum yang terbuat dari kayu ukuran kecil kira-kira 8—10 lubang untuk setiap sisi atas dan sisi bawah.Tempe disimpan di tempat yang tidak tertutup (pada suhu kamar) untuk menghindari pembusukan pada tempe karena suhu yang terlalu panas, usahakan di tempat yang terjadi sirkulasi udara. Tempe didiamkan kurang lebih selama 2 × 24 jam. Setelah itu, tempe siap diolah menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi.

pertanianku


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau