MIA Percepat Tumbuhkan Petani Milenial

Inovasi Desa | DiLihat : 408 | Senin, 22 April 2019 | 10:14
MIA Percepat Tumbuhkan Petani Milenial

Kementerian Pertanian (Kementan) siap memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda atau milenial agropreneur untuk bergerak di bidang pertanian baik di sektor hulu maupun hilir. Hal ini mengingat karena masa depan pertanian sangat bergantung dengan generasi muda.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro, mengatakan dengan bergeraknya para agropreneur, maka kelemahan sektor pertanian mulai bisa ditutupi. Semua proses bisnis di bidang pertanian akan terbentuk dan bisa memberikan nilai tambah yang besar.

"Jadi ke depan mereka tidak hanya mengandalkan on farm saja. Namun juga di off farm nya, yaitu pascapanen yang merupaka kelemahan pertanian saat ini," ujar Syukur, saat menutup acara 1st Millenial Indonesia Agropreneurs (MIA) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/4).

Kegiatan The 1st Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo telah berlangsung pada tanggal 18-21 April. Acara yang mengambil tema “Peran Generasi Muda Pertanian Milenial Dalam Pembangunan Pertanian” ini merupakan terobosan untuk mempercepat tumbuhnya generasi milenial terjun di sektor pertanian."Bayangkan dalam tiga hari saja omsetnya sudah mencapai sekitar Rp150 juta. Berarti minat kunjung konsumen terhadap produk anak muda ini cukup besar, karena hasil kualitasnya bagus. inovasai dan harganya tidak kalah dengan produk yang dihasilkan oleh industri besar, baik dari dalam maupun luar negeri," katanya.

Karena itu, Syukur berharap, semua pihak terus mendorong agropreneur milenial agar semakin berkembang. Kementan sudah memiliki enam Polbangtan dan sekolah vokasi yang di kelola para mitra, seperti IPB dan Prasetya Mulya. "Kami tidak hanya memberikan fasilitas, tapi juga menciptakan enterpreneur milenial melalui Polbangtan, inkubator, dan sekaligus sitkapital yang akan di kelola oleh softlun kerja sama dengan pihak Polbangtan," ujarnya.

Menurut Syukur, jika para enterprenur muda bergerak maka pertanian di masa mendatang akan mengalami perubahan yang jauh lebih maju. Selain itu, pemerintah juga bertujuan untuk mengubah mindset tentang pertanian agar diminati generasi muda.

"Dulu pertanian dianggap kumuh, miskin, dan berada di desa jauh dari kota. Tapi dengan teknologi, sektor pertanian memiliki mekanisasi untuk mendobrak kemiskinan karena adanya nilai tambah yang tinggi," tandasnya. (591)

agronet


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau