Kementan Percepat Penyerapan Gabah dengan Cara Ini

Ekonomi | DiLihat : 54 | Senin, 15 April 2019 | 11:58
Kementan Percepat Penyerapan Gabah dengan Cara Ini

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mempercepat penyerapan gabah petani supaya pasokannya terjaga. Hal ini menjadi bahasan dalam rapat koordinasi serap gabah petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso, Selasa (9/4).

“Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan. Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, seperti dikutip Republika.

Ia mengaku, pihaknya berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapangan. Pemerintah mengimbau semua pihak menjaga harga gabah. Jika harga sampai jatuh, petani akan beralih ke komoditas lain. Akibatnya, ketersediaan pangan berkurang dan berimplikasi terhadap ketahanan pangan wilayah dan nasional.
 
Sementara itu, potensi serapan oleh Bulog kepada petani bersumber dari 2 pintu. Pertama, dari mitra berupa gabah langsung ke UPGB dan beras tidak langsung dari LUPM. Kedua, dari Mitra Bulog berupa gabah (gudang filial) dan beras (gudang Bulog).

Pada 2018 lalu, Bulog Divre Jatim menyerap 1.000 ton beras per hari. Tahun ini diharapkan bisa naik atau minimal bisa mempertahankan kuantitas yang sudah ada. Bulog Divre Jatim menyatakan bahwa target dan realisasi pengadaan gabah-beras di Jatim belum signifikan, namun akan terus ditingkatkan.

“Realisasi Jatim sampai 8 April 2019 baru mencapai 10.400 ton, sementara sisa target masih ada 340 ribu yang harus kita kejar sampai Desember 2019,” ujar Cecep Wakadivre Bulog Jatim, Anjinandia.

Kepala Bulog Subdivre Jember, Jamaludin juga mengungkapkan, optimismenya dalam serapan gabah/beras ke petani khususnya di wilayah Jember. Serapan gabah di Jember saat ini memang masih rendah, di angka 109 ton. Namun, pihaknya meyakini, pekan ini realisasi akan meningkat tajam karena panen sudah melimpah.Menanggapi hal tersebut, Mitra Bulog dan Perpadi yang hadir menyatakan siap menyetor ribuan ton setara beras pada April 2019 terdiri atas 7.000 ton gabah dari UD Samudera, 1.000 ton setara beras dari UD Utama, 1.000 ton beras dari UD Bintang Surya, 10.000 ton beras dari ketua Perpadi Jember (Pak Johanes), 500 ton beras dari UD Bintang Timur, dan 1.000 ton beras dari UD Surya.

“Jadi totalnya ada tambahan sekitar 18 ribu ton setara beras yang akan masuk di Bulog Subdivre Jember bulan April ini,” jelas Jamaludin.

pertanianku


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau