Moses Mayer Penemu Aplikasi Pengelolaan Sampah

Inovasi Desa | DiLihat : 104 | Senin, 15 April 2019 | 11:54
Moses Mayer Penemu Aplikasi Pengelolaan Sampah

JAKARTA - Moses Mayer salah seorang siswa Jakarta Intercultural School (JIS) Indonesia menemukan inovasi baru. Adalah SampahLink yang merupakan sebuah aplikasi smartphone untuk pengelolaan sampah.

Melalui aplikasi ini, Moses melakukan sejumlah kegiatan peningkatan kesejahteraan para pemulung, seperti memberikan bantuan microfinance untuk pengadaan alat dan pendidikan para pemulung serta komunitasnya.

Menurut Moses, SampahLink dan microfinance club bisa memberikan solusi untuk menanggulangi polusi, kesadaran daur ulang, serta membantu menciptakan tingkat kehidupan serta masa depan yang lebih baik bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah. Apalagi saat ini sendiri pemerintah juga tengah serius untuk memerangi sampah plastik.

"SampahLink ini pengelolaan sampahnya terhubung pada aplikasinya smartphine. Jadi bisa memantau orang juga. SampahLink juga buat meningkatkan kesadaran," ujarnya saat ditemui di JIS, Jakarta, Jumat (12/4/2019).Memang menurutnya, saat ini belum ada respon dari pemerintah mengenai aplikasi yang dikembangkannya tersebut. Namun dirinya membuka pintu lebar jika nantinya aplikasi ini akan dipakai pemerintah untuk membantu mengurangi sampah plastik.

"Komunikasi dengan pemerintah masih belum ada. Tapi saya tidak akan menolak jika pemerintah menginginkan aplikasi SampahLink. Karena saya yakin menggunakan ini bisa mengurangi sampah plastik," katanya.

Moses pun menceritakan awal mulanya menciptakan aplikasi ini. Awal mulanya inti terjadi berkat minatnya kepada mata pelajaran Matematika.

Dirinya mengaku lewat Matematika, dirinya mengembangkan research paper berjudul On the Game-Theoritics Model of Indonesia’s Pollution State, Moses menggunakan salah satu teori matematika, game theory, untuk membuat rumus matematika dalam mengatasi problem sampah.

Penelitian itu dia kembangkan saat melakukan riset matematika di bawah mentor Carl Yerger dari Davidson College di Amerika Serikat. Inilah awal dari munculnya ide SampahLink

"Saya sering melihat pemulung sedang mengorek tempat sampah di pinggir jaan untuk mencari sampah kering yang bisa mereka jual untuk daur ulang. Padahal banyak pihak (terutama rumah tangga) yang memiliki sampah kering justru bingung dalam mengelola sampah tersebut," katanya."Di sinilah muncul ide SampahLink yang menghubungkan para pemulung dengan pemilik sampah kering melalui aplikasi berbasis smartphone sehingga kedua pihak menjadi saling diuntungkan, serta dapat meningkatkan kesejahteraan para pemulung,” imbuhnya.

Di masa depan, Moses ingin meniti awal kariernya di luar negeri untuk mencari pengalaman dan menembus jaringan internasional. Dan mimpi besarnya adalah menjadi social entrepreneur yang sukses di negeri ini.

"Saya berharap, saya dapat membawa jaringan-jaringan ini agar dapat berguna untuk perkembangan perekonomian Indonesia. Dan tentu saja, saya akan menggunakan ilmu dan ketrampilan data science, matematika dan computer science saya untuk membantu mengatasi permasalahan di Indonesia,” jelasnya.

okezone


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau