Petani Pamekasan Terima Bantuan Alat UV Dryer dari Kementan

Ekonomi | DiLihat : 266 | Kamis, 11 April 2019 | 11:45
Petani Pamekasan Terima Bantuan Alat UV Dryer dari Kementan

                             Alat tersebut berguna untuk mempercepat pengeringan hasil tanaman
PAMEKASAN – Petani Desa Bajang Kecamatan Pakong Pamekasan menerima bantuan alat UV dryer pada Rabu (10/4). Bantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) itu disambut dengan antusias oleh Bupati, aparatur dinas, dan para Petani Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura.

"Setelah bangunannya jadi, kami akan segera memanfaatkannya untuk panen padi kami. Anggota sudah tidak sabar ingin memanfaatkannya,” ungkap Ketua Kelompok Tani Sumber Urip Pakong. Kusdiadi. Sambutan warga Pakong yang begitu antusias terhadap bantuan alat tersebut membuat Kusdiadi kembali meminta tambahan bantuan UV dryer untuk wilayahnya. 

Pakong merupakan salah satu sentra padi dan jagung. Daerah ini memiliki potensi tanam padi seluas 2.198 hektare dan 315 hektare untuk jagung. Teknik pengeringan yang umumnya manual menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar dan kerap kali merugikan petani.

Bangunan yang berfungsi sebagai pengering tersebut saat ini berdiri di tanah milik desa serta mengandalkan sinar ultra violet. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan Nolo Garjito mengingatkan petani untuk menjaga alat tersebut dan memanfaatkannya dengan baik.

"Manajemennya silahkan diatur kelompok. Alat ini multifungsi, bisa untuk tanaman horti juga (bawang merah, Red)," kata Nolo.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Ismail Wahab saat memantau langsung proses pembangunan UV dryer di Desa Bajang, Kecamatan Pakong mengungkapkan, alat tersebut berguna untuk mempercepat pengeringan jagung, padi, bawang merah, bahkan tembakau.

“Misal jagung, panennya dimasukin ke sini (UV dryer, Red) selama dua hari, keluar nanti sudah kering. Kadar air paling 14 persen dan bisa langsung jadi pakan ternak,“ ujar Ismail

Kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Madura beberapa waktu lalu (Februari 2019) menyisakan tiga  fokus utama di Madura, yaitu air, produktivitas, dan sumber daya manusia. Karena itu, program dengan tagar "Madura Bersatu, Maju Bersama" dilakukan simultan di empat kabupaten, mulai dari ujung Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep dengan anggaran mencapai Rp 135 miliar. 

Alokasi bantuan untuk Pamekasan yaitu benih jagung seluas 1.120 hektare, padi 1.530 hektare, alat dan mesin pertanian berupa hand sprayer, pompa air, dan kultivator, serta benih bawang merah dan buah-buahan. Semuanya telah didistribusikan sebagai upaya percepatan tanam selama musim hujan di Maret-April ini. 

"Bantuan lainnya seperti kawasan bawang merah 100 hektare masih proses. Kita genjot pertanian Pamekasan melalui upaya khusus ini,” kata Ismail.

republika


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau