Unik, Sapi Seharga Rp6,6 Miliar Ini Setiap Harinya Hanya Diberi Minum Bir

Lifestyle | DiLihat : 311 | Senin, 01 April 2019 | 10:45
Unik, Sapi Seharga Rp6,6 Miliar Ini Setiap Harinya Hanya Diberi Minum Bir

Di Indonesia, berbagai cara dilakukan peternak untuk meningkatkan bobot sapi peliharaan mereka. Namun di Jepang, peternak kini sudah tidak lagi mengindahkan bobot sapi mereka, namun lebih menekankan pada kualitas daging sapi yang dihasilkan.

Wajar saja, Jepang memang sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu negara penghasil daging sapi terbaik di dunia. Karena itu, kualitas daging sapi yang jadi tolak ukur keberhasilan mereka. Tapi itu semua sepadan dengan apa yang mereka dapat. Bayangkan saja, saat ini sapi termahal di dunia saja ada di negeri sakura tersebut.

Yah, seekor sapi yang seharga 462 ribu dolar AS atau setara Rp6,6 miliar kini ada di Jepang. Sapi ini menjadi sangat mahal karena kualitas dagingnya yang istimewa. Namun untuk mendapatkan kualitas daging sapi seperti itu, biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan pakannya juga tentu tidak murah. Pasalnya, setiap sapi termahal di Jepang ini diberi minum bir, agar rasa dagingnya semakin enak.Dilansir dari Ladbible, adalah Tochigi, peternak asal kota Matsusaka di Jepang pemilik sapi termahal itu. Sebelumnya peternakan Tochigi memang dikenal kerap memproduksi daging wagyu Matsusaka. Daging wagyu Matsusaka ini paling enak disantap sebagai steak, dan hanya tersedia di Jepang saja.

Uniknya peternak berusia 86 tahun ini menggunakan metode yang cukup aneh, dalam merawat dan membesarkan sapi mahalnya ini. Selain diberi perawatan khusus, sapi ini tidak minum air putih atau air mentah. Melainkan sapi ini diberi minum bir, sambil tubuhnya dipijat oleh Tochigi. Hal ini ditunjukkan agar sirkulasi darah sapi mengalir dengan baik, dan membuat rasa daging akan semakin enak.Tochigi juga memberi makan sapi ini dengan jagung dan kacang kedelai, selama empat tahun. Tochigi hanya menjual sapi betina saja, karena menurutnya daging sapi betina jauh lebih enak.

"Daging sapi betina memiliki lebih banyak lemak, dibandingkan daging sapi jantan. Itu alasan mengapa rasa daging sapi ini jauh lebih enak, dibandingkan daging sapi Kobe," ungkap Tochigi.

Tak hanya perawatannya saja yang unik, Tochigi bahkan sering menangis sedih ketika menjual sapi-sapi peliharaannya tersebut. Banyak restoran wagyu yang berani membayar harga mahal untuk sapi milik Tochigi. Bahkan beberapa pemilik restoran wagyu di Jepang mengaku, bahwa mereka bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 638 juta untuk membeli satu ekor sapi. Sehingga harga yang dipatok Tochigi untuk sapi premium miliknya, merupakan hal yang wajar di Jepang. [RN]

trubus


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau