Bisnis Bambu China, Mampu Raup Rezeki Capai Rp15 Juta per Bulan

Peluang Usaha | DiLihat : 380 | Kamis, 28 Maret 2019 | 10:58
Bisnis Bambu China, Mampu Raup Rezeki Capai Rp15 Juta per Bulan

Bisnis bambu china atau juga lebih dikenal dengan bambu rezeki terbukti nyata membawa rezeki bagi pelaku usaha bamb tersebut. Usman Udin salah satu pelaku bisnis bambu dengan nama "I-on Orchid" mampu meraup untung Rp15 juta/bulan.

Udin mengungkapkan, dirinya telah menekuni bisnis bambu rezeki ini sejak 10 tahun lalu di lokasi Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan. 

Bambu China bernama latin Dacraena Sanderiana ini dipercaya akan membawa keberuntungan bagi yang memilikinya. Selain itu, bambu china juga dapat menjadi penghias ruangan saat Imlek tiba. Maka tidak heran jika tanaman ini menjadi primadona saat menjelang Imlek tiba.Bahkan dikatakan Udin, tidak hanya warga Tionghoa saja yang menganggap sebagai pembawa rezeki. Mitos pembawa keberuntungan juga dipercaya sebagian warga pribumi.

“Bahkan mereka juga ikut berburu bambu rejeki ketika Imlek tiba dan berharap juga memperoleh keberuntungan,” kata Udin.

Selain ramai saat menjelang perayaan imlek, Udin mengakui pada hari biasa juga selalu kewalahan memenuhi kebutuhan permintaan konsumen, terutama perkantoran swasta maupun kementerian yang biasa membeli dalam jumlah besar. Bahkan, untuk perkantoran swasta maupun kementerian permintaannya mencapai 200 pot/minggu.“Kita bukan hanya menjual perpot saja, tapi kita juga menyediakan jasa penyewaan tanaman,” ujar Udin. Jika menyewa, Udin menetapkan biaya sebesar Rp25 ribu/pot/hari. Dalam sehari setidaknya Udin mampu menyewakan sebanyak 50 pot.

Pada umumnya, bambu mungil yang memiliki ukuran rata-rata antara 30 cm hingga satu meter ini dibandrol dengan harga sekitar Rp50 ribu-500 ribu. Nilai tersebut tergantung pada ukuran dan bentuk perangkaian tersebut. Jika belum dirangkai, Udin menjual hanya Rp40 ribu/pot, sedangkan yang sudah jadi (dirangkai) Rp 50 ribu/pot.

“Jika permintaan banyak, dalam satu bulan kami bisa mengantongi hingga Rp15 juta atau lebih,” katanya.Diakui Udin, dirinya juga mengikuti pameran tanaman hias di Mall. Hal tersebut dilakukan untuk memperluas pasar, bahkan dirinya mampu meraup keuntungan yang berlipat ganda dibanding hari-hari biasannya.

“Keuntungannya bisa 30 persen dibanding hari biasa,” katanya. Terkait perawatan bambu rezeki, Udin mengatakan hal tersebut sangat mudah dilakukan. 

“Hanya diganti air nya saja seminggu sekali bambu akan tetap subur dan menghijau,” katanya. Namun proses merangkai bambu rejeki ini tidaklah mudah, memerlukan waktu yang cukup lama sekitar dua bulan pembuatannya. [NN]

kontan


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau