Peluang Bisnis Kambing Boerka Lebih Potensial Dibanding Kambing Biasa

Peluang Usaha | DiLihat : 321 | Senin, 25 Maret 2019 | 11:22
Peluang Bisnis Kambing Boerka Lebih Potensial Dibanding Kambing Biasa

Masyarakat Indonesia sejak dahulu dikenal gemar memelihara kambing. Beberapa jenis kambing yang umum dipelihara adalah peranakan etawa, etawa, kacang, mrica, samosir, muara, gambrong, dan lain sebagainya. 

Loka Penelitian (Lolit) Kambing Potong Sei Putih di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) mengoleksi 10 jenis kambing, salah satunya kacang. Jenis kambing ini banyak dipelihara masyarakat dan ukuran badannya kecil. 

Selain itu, bobot lahirnya hanya 1,6 Kilogram sampai 1,8 Kilogram. Saat lepas dari induknya, bobot kambing kacang hanya 6 Kilogram sampai dengan 8 Kilogram.

"Ketika sampai usia satu tahun, berat badannya sekitar 20 Kilogram," kata Kepala Loka Penelitian (Lolit) Kambing Potong Sei Putih, Simon Elieser Sinulingga, Minggu (24/3).

Dijelaskan Simon, jenis kambing kacang berbeda dengan jenis boer yang ukurannya lebih besar. Karenanya, kedua jenis kambing asal dua benua berbeda tersebut dikawinkan dan cocok.

"Balitbang Pertanian berkepentingan melakukan persilangan untuk perbaikan genetik. Hasilnya, kambing boerka. Perbedaannya bisa dilihat sejak lahir yang bisa mencapai 2,6 Kilogram hingga 2,8 Kilogram," jelasnya. 

Simon menyebut, saat lepas dari induknya, jenis kambing boerka memiliki bobot 10 Kilogram hingga 12 Kilogram. Saat usianya menginjak 1 tahun, berat badannya mencapai 30 Kilogram, bahkan bisa lebih. 

"Kambing jenis (boerka) memiliki kelebihan reproduksi yang tinggi, seperti jenis kacang dan ukurannya sebesar kambing boer. Jenis ini lebih potensial dikembangkan," sebutnya.

Simon menerangkan, boerka adalah hasil dari kawin silang atau cross breeding antara kambing boer dari Afrika Selatan dan kambing kacang dari Indonesia. Mereka pernah menyilangkan kambing boer dan etawa, bernama boerawa. 

"Bukan tanpa alasan memilih kambing boer disilangkan dengan kambing kacang. Untuk memeliharanya juga tidak sulit. Bisa dengan sistem kandang, bisa juga dengan penggembalaan," terangnya. 

Simon yakin, jika pemeliharaan kambing boerka dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan daging yang selama ini hanya dari sapi, ayam, dan lainnya. Apalagi, pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap potensi daging kambing. 

"Istilah yang digunakan tidak lagi swasembada daging sapi, namun swasembada protein atau swasembada daging yang terdiri dari daging sapi, kambing dan lainnya," Simon menandaskan.  

trubus


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau