Global Wakaf Ikut Hapus Kemiskinan di Desa

Kabar Desa | DiLihat : 452 | Jumat, 22 Maret 2019 | 13:03
Global Wakaf Ikut Hapus Kemiskinan di Desa

Jakarta, -- Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan orang miskin absolut di desa mencapai 60 persen karena ketidakmampuan mengolah bahan baku. 

Hal itu disampaikan Faisal dalam acara Sharing with The Master: Meneropong Masa Depan Makro Ekonomi Nasional dan Peran Strategis Wakaf dalam Pengentasan Kemiskinan, di Jakarta Kamis (21/3)

"Di desa itu kegiatan utamanya pertanian, jadi akar kemiskinan ada di sektor pertanian yang lokasinya di desa," kata Faisal.

Salah satu penyebabnya menurut Faisal adalah ketidakmampuan masyarakat dalam mengelola bahan baku. Masyarakat, katanya, cenderung menjual barang mentah sehingga tidak mendapat nilai tambah.

Dia menegaskan kondisi tersebut terjadi bisa karena beberapa faktor di antaranya adalah produktivitas petani yang rendah. Jadi, papar Faisal, perlu ada upaya untuk meningkatkan produktivitas petani ketika mereka sedang menunggu panen."Sembari menunggu bisa ada indutrialisasi di sektor pertanian. Salah satunya misal mengolah cabe menjadi keripik. Seperti yang terjadi di Sumatera Barat, suami ke sawah, istrinya mengolah (keripik)," katanya.

Tragedi

Ahyudin, Presiden ACT yang turut hadir pada acara tersebut, mengungkapkan bahwa memang kemiskinan yang saat ini terjadi di Indonesia, adalah termasuk tragedi kemanusiaan.

"Kami sadar sekali, tragedi kemanusiaan bukan sekadar bencana alam. Bukan konflik atau perang. Tapi ada konflik lebih hebat dari itu, yaitu kemiskinan," kata Ahyudin.

Terkait dengan hal itu, Ahyudin menjelaskan ACT melalui Global Wakaf telah mencari solusi dari kemiskinan dengan menggunakan solusi wakaf. Baginya, wakaf adalah alat dari yang maha kuasa sebagai solusi untuk mengentaskan kemiskinan.

"Mengapa umat ini tetap miskin? Karena umat tidak menggunakan instrumen wakaf." ujarnya. Ahyudin memberi contoh peternakan yang kini dikelola oleh Global Wakaf - ACT di Desa Labangka, Sumbawa. Mereka kini telah mengkolaborasikan potensi lokal di Sumbawa dengan hadirnya program-program dari Global Wakaf ACT.

Di lahan seluas 3.500 Ha, mereka telah memberdayakan 1.200 kepala keluarga untuk pengelolaan jagung 50.000 ton per tahun. 

cnnindonesia


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau