Koperasi dan UKM Mutlak Perlu Lakukan Kemitraan

Ekonomi | DiLihat : 277 | Jumat, 22 Maret 2019 | 11:30
Koperasi dan UKM Mutlak Perlu Lakukan Kemitraan

Koperasi dan UMKM sudah seharusnya mutlak dilakukan kemitraan guna memperkuat ekonomi dan saling menguntungkan. Kemitraan juga dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas barang atau mengurangi biaya produksi. 

Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Victoria br Simanungkalit saat membuka acara bimbingan teknis peningkatan kapasitas usaha koperasi/sentra usaha mikro di bidang industri gula semut melalui kemitraan di Purwokerto beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, kemitraan antara UMK, pelaku usaha menengah dan besar, mutlak perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan tujuan pengembangan UMKM dalam mencapai keberhasilan dan persaingan, baik di pasar domestik mau pun pasar global akan lebih mudah diwujudkan.Khusus pasar global, diungkapkan victoria memerlukan mitra yang kuat agar dapat menembus pasar dunia.

"Kami berharap setelah mengikuti bimtek ini, diharapkan bisa menjawab tantangan dari pasar yang masih terbuka untuk produk gula semut baik nasional maupun global. Semuanya kembali kepada kita, apakah kita mau mengambil kesempatan dan peluang tersebut atau tidak," ujarnya.

Dijelaskannya, beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar global secara umum diantaranya, diversifikasi produk olahan, apakah dalam bentuk penambahan rasa atau olahan lainnya, kemudian ada peluang untuk memasarkan produk gula semut cair disamping gula semut kristal.

Selain itu juga perlu membangun basis produksi yang baik melalui jaringan sehingga dapat saling bertukar informasi dan menghindari kemungkinan pembeli mengambil kesempatan dari persaingan tidak sehat."Harus cerdas memberikan layanan berbeda untuk tipe konsumen yang berbeda. Konsumen perorangan dan konsumen untuk pengolahan lebih lanjut atau konsumen produsen," ungkapnya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa pengemasan merupakan faktor kunci agar produk sampai di tangan konsumen dalam kondisi baik. Kemasan juga menjadi faktor penting bagi pembeli, jadi harus dibuat menarik khususnya untuk konsumen perorangan.

"Tidak harus mengikuti mainstream, tapi bisa juga ditambahkan unsur etnik," katanya. 

Sementara itu, Koperasi dan UMKM juga perlu memperkuat citra seperti gula semut yang berasal dari wilayah Banyumas dan sekitarnya adalah produk berkualitas tinggi. Banyumas dan sekitarnya menjadi jaminan mutu bahwa gula semutnya pasti berkualitas baik.Pembuatan branding yang kuat harus diimbangi promosi. Promosi yang cukup efektif adalah hadir di semua kegiatan pameran yang strategis, serta membangun jaringan pemasaran.

"Kita menginginkan koperasi dan UMKM dapat bertahan dan tumbuh menjadi sebuah usaha atau badan usaha yang kuat dan bisa bersaing," ujar Victoria.

Apalagi, di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascakeb) ada potensi gula semut sebagai sumber pendapatan untuk menaikkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Nira kelapa dan aren diolah menjadi gula semut. [NN]

Menurut data yang ia terima, di Kabupaten Banyumas memiliki luas lahan tanaman kelapa sebanyak 300.000 batang dengan luas lahan 17.000 hektare. Produksi gula semut 500 ton per bulan dan yang di ekspor 400 ton per bulan dengan jumlah perajin gula semut 8.000 orang.

trubus.id