Infrastruktur Wilayah Dibangun Tematik

Infrastruktur | DiLihat : 285 | Rabu, 20 Maret 2019 | 11:59
Infrastruktur Wilayah Dibangun Tematik

JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) bakal melanjutkan pembangunan tematik untuk merealisasikan visium Indonesia 2045.

Industri, pariwisata, dan maritim bakal menjadi motor pertumbuhan baru perekonomian Indonesia dalam 25 tahun ke depan.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Hadi Sucahyono mengatakan pihaknya menggunakan pendekatan berbasis kewilayahan atau wilayah pengembangan strategis (WPS) dalam membangun infrastruktur secara terpadu. Dia menambahkan, BPIW telah memetakan wilayah Indonesia ke dalam 35 WPS.

Hadi menerangkan, setiap WPS memiliki kawasan tematik seperti kawasan industri, pariwisata, kawasan ekonomi khusus, maupun kawasan perdesaan prioritas. Dia mengimbuhkan, pendekatan kewilayahan diproyeksi bisa membuat pembangunan sesuai dengan daya dukung dan daya tampung suatu wilayah.

“Pendekatan WPS diharapkan dapat mendorong pengembangan infrastruktur PUPR yang terpadu,

komprehensif, cepat mengatasi kesenjangan infrastruktur di kawasawan Barat dan Timur," jelas Hadi di sela Konsultasi Regional Wilayah Jawa-Bali di IPB Convention Center, Bogor, Senin malam (18/3/2019)

Secara khusus, dalam lima tahun ke depan (2020-2024), masalah disparitas akan menjadi isu strategis daam pengembangan wilyah di Jawa dan Bali. Di samping itu, penyelesaian proyek strategis nasional dan peningkatan layakan infrastruktur menjadi isu penting lainnya.

Secara umum, pengembangan infrastruktur diarahkan untuk mendukung visium Indonesia 2045, yaitu memajukan sektor industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, mendukung destinasi unggulan pariwisata, dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Di sektor industri, modernisasi akan dilakukan pada industri pengolahan berbasis sumber daya alam dengan integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir. Walhasil, industri diarahkan untuk menjadi bagian darai rantai pasok nilai global atau global value chain.

Sementara itu, sektor pariwisata akan terus digenjot dengan pengembangan kawasan terpadu sehingga diharapkan pada 2045 mendatang, jumlah turis asing yang melancong mencapai 73,6 juta. Adapun sektor maritim yang mulai digenjot sejak lima tahun lalu diharapkan terus memberikan sumbangsih yangs signifikan sehingga dalam 25 tahun mendatang kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB mencapai 12,5%.

Hadi mencontohkan, wilayah yang siap disulap menjadi kawasan industri adalah Kendal (Jawa Tengah) dan Gresik (Jawa Timur). Adapun Borobudur, Tanjung Lesung, Bromo Tengger Semeru telah menjadi bagian sepuluh destinasi wisata baru atau 10 Bali Baru.

bisnis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau