3 Petani-petani Sukses Indonesia yang Menginspirasi Banyak Orang

Lifestyle | DiLihat : 247 | Rabu, 06 Maret 2019 | 09:45
3 Petani-petani Sukses Indonesia yang Menginspirasi Banyak Orang

Kisah petani-petani sukses Indonesia mungkin belum terlalu banyak didengar. Padahal Indonesia punya banyak petani sukses yang mampu memajukan sektor pertanian dengan tangan mereka sendiri. Supaya Anda bisa tertular kesuksesan mereka, ini dia kisah 3 petani sukses yang telah menginspirasi banyak orang.

Aluysius Adiyo Agung

Siapa bilang banting setir menjadi petani akan membuat Anda merugi? Setidaknya Aluysius Adiyo Agung mampu mematahkan anggapan tersebut. Pria berusia 44 tahun ini telah berhasil membuktikan bahwa dengan menjadi petani di Indonesia Anda juga bisa merasakan kesuksesan, bahkan memiliki tabungan yang menjanjikan untuk hari tua nanti.

Agung pada mulanya bukanlah seorang petani. Ia sama sekali tidak memiliki latar belakang pertanian dan memulai karirnya sebagai pegawai di sebuah perusahaan asing. Ketertarikannya untuk bertani muncul saat ia mengunjungi desanya di kawasan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di sana ia mendapati fakta bahwa kebanyakan petani adalah mereka yang telah berusia senja, bukan pemuda yang punya fisik lebih prima.

Setelah memperdalam ilmu tentang pertanian akhirnya Agung memutuskan untuk banting setir menjadi petani. Meski sempat gagal, ia tidak pernah menyerah. Agung bahkan menciptakan inovasi dalam penjualan hasil panen, yakni direct selling tanpa melalui tengkulak. Dengan cara ini ia pun mendapat keuntungan yang lebih besar.

Ulus Pirmawan

Ketekunan adalah kunci kesuksesan. Hal inilah yang menjadi pegangan Ulus Pirmawan saat menjalani profesinya sebagai petani. Dengan ketekunan dan pengalaman yang kaya, pria kelahiran Bandung ini sekarang sukses menjadi seorang petani sekaligus eksportir buncis super. Ulus memang memiliki latar belakang petani karena ayah ibunya pun seorang petani.

Langkah Ulus sebagai seorang petani dimulai saat ia masih duduk di tingkat Sekolah Dasar (SD). Ia memang sering membantu orangtuanya bertani sepulang sekolah. Saat akhirnya memutuskan untuk tidak lanjut sekolah, Ulus pun fokus mengurus sawah yang diberi orangtuanya. Lahan seluas 1.680 m2 itu pun dimanfaatkannya sebaik mungkin. Setelah dewasa akhirnya Ulus dipercayai mengelola lahan tersebut dengan bantuan 5 orang buruh tani.

Dengan jam terbang tinggi, Ulus pun mendapatkan hasil panen yang menjanjikan. Namun kendalanya satu, pengepul di daerahnya tidak transparan sehingga pemasukan yang didapat tidak seberapa. Setelah itu ia memberanikan diri untuk mengirim buncis ke Jakarta. Tahun 1995 ia bahkan mulai mengirimkan hasil panen ke Singapura.

Abdul Qohar  

Jika Ulus berhasil sukses dengan bertani buncis, Abdul Qohar juga meraup kesuksesan dengan menjadi petani buah pepaya. Tak tanggung-tanggung, papaya Calina yang ditanam Qohar bisa menghasilkan profit hingga Rp18 juta tiap bulan. Angka tersebut sudah bersih termasuk dengan risiko gagal panen. 

Apabila risiko gagal panen bisa ditekan, Abdul Qohar bahkan bisa mendapatkan laba hingga Rp20 juta per bulan. Padahal lahan yang ia miliki di Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tergolong gersang dan kering karena dekat dengan wilayah pesisir. Pilihannya untuk menanam pepaya pun sering dianggap aneh karena memang masyarakat sekitar lebih memilih untuk menanam jagung atau tembakau.

Namun Qohar tidak menghiraukan perkataan tersebut. Ia tetap mantap memilih pepaya. Hasilnya kini ia memiliki lahan seluas 15 hektar yang berisi tanaman pepaya Calina. Keberhasllannya ini pun akhirnya diikuti masyarakat sekitar. Qohar pun pada akhirnya memutuskan untuk membentuk Kelompok Tani Godong Ijo Sejahtera yang mewadahi petani di wilayah Desa Candisari.

Dari kisah-kisah di atas Anda bisa belajar bahwa bertani pun bisa menjanjikan asal ditekuni dengan serius. Untuk menyiapkan diri, tidak ada salahnya Anda mulai mencari tahu tentang informasi pertanian dari sekarang. Saat ini informasi tentang pertanian dan budidaya tanaman bisa didapat dengan mudah. Salah satunya dengan mengakses E-Petani dari Ditjen PSP Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 

kumparan


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau