Kampung Kaligrafi, Destinasi Wisata Baru di Bondowoso

Potensi Desa | DiLihat : 432 | Senin, 18 Februari 2019 | 11:43
Kampung Kaligrafi, Destinasi Wisata Baru di Bondowoso

BONDOWOSO - Jika ada kebetulan sedang berwisata ke Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, jangan lupa mampir ke salah satu destinasi wisata, yakni Kampung Kaligrafi. Ini merupakan merupakan kampung wisata yang digagas oleh Ahmad Zubairi bersama masyarakat di Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan. Di kampung ini, anda bisa melihat secara langsung mulai dari desain hingga pembuatan kaligrafi tulisan Arab. Bahkan, anda bisa mencoba secara langsung bagaimana membuat kaligrafi sesuai dengan desain yang anda buat sendiri.

“Di kampung ini memang kita sediakan wisata edukasinya, yakni mendesain sendiri kaligrafi, dan membuatnya sendiri secara langsung. Jadi, wisatawan biar mengetahui bagaimana cara dan tingkat kesulitan membuat kaligrafi ini,” kata Ahmad Zubairi kepada Kompas.com, Minggu (17/2/2019).

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kaligrafi tersebut berasal dari limbah bekas. Seperti pelepah pohon pisang, kulit kacang tanah hingga kayu yang sudah dimakan rayap. “Jadi bahan bakunya semua ramah lingkungan, sekaligus kita manfaatkan sampah-sampah, agar tidak mengotori lingkungan. Kalau dikelola secara baik, Insya Allah sampah akan memiliki nilai ekonomis juga kok,” katanya.

Ide pembuatan Kampung Kaligrafi itu muncul, saat Ahmad Zubairi kembali ke kampung halamannya tersebut. “Saya lama tinggal di Yogyakarta, dan akhirnya saya memutuskan pulang kampung bulan Juli tahun 2018 lalu,” kenangnya.

Begitu tiba di kampung halamannya, ternyata banyak warga sekitar di desanya yang memiliki keahlian dalam bidang kerajinan kayu. “Akhirnya saya kemudian kumpulkan warga, dan semuanya sepakat untuk mendirikan Kampung Kaligrafi ini,” katanya alumni IAIN Jember ini. Untuk harga satu kerajinan kaligrafi cukup bervariatif, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan. “Kalau harganya ada yang Rp 100 ribu bahkan ada yang Rp 6 juta, tergantung tingkat kesulitannya,” ucapnya. Zubairi mengaku bersyukur, dengan berdirinya Kampung Kaligrafi tersebut, pendapatan warga di kampungnya semakin meningkat. “Alhamdulillah, kami semua di sini bisa saling membantu, dan yang paling penting, tingkat kesejahteraan masyarakat bisa bertambah,” katanya. Salah satu pengunjung asal Madura, Mohammad Bahri, mengaku sengaja datang jauh-jauh ke Bondowoso, untuk melihat secara langsung Kampung Kaligrafi.

“Saya tahunya dari saudara yang ada disini (Bondowoso). Nah kebetulan ini sekarang langsung ke sini melihat Kampung Kaligrafi, dan ternyata luar biasa, bagus sekali produk-produknya,” katanya. Bahri berharap, Kampung Kaligrafi tersebut mendapatkan perhatian pemerintah daerah, sebab kampung itu berdiri atas inisiatif dan swadaya warga sekitar. “Ini kan bagus, warga berinisiatif sendiri untuk mempromosikan wisata daerahnya, justru yang begini harus didukung oleh pemerintah,” harapnya.

kompas


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau