Unik, Petani di Desa Ini Menyulap Sawah Menjadi Lukisan Indah

Lifestyle | DiLihat : 625 | Jumat, 15 Februari 2019 | 11:29
Unik, Petani di Desa Ini Menyulap Sawah Menjadi Lukisan Indah

Biasanya pelukis membutuhkan kanvas dan cat air untuk membuat sebuah lukisan indah dan berseni. Namun, apa jadinya jika sawah disulap menjadi sebuah lukisan indah, seperti yang dilakukan oleh petani di Jepang.

Petani di Desa Inakadate di Prefektur Aomori, Jepang mempunyai satu seni yang unik dan menarik bernama Tanbo Art.  Tanbo Art atau juga yang sering disebut dengan 'Rice Paddy Art' yaitu seni melukis dengan menggunakan media areal persawahan yang ada di desa ini.

Disebut unik, dikarenakan apabila para seniman menggunakan media kanvas atau kertas, Tanbo Art menggunakan media sawah yang luas. Seni Tanbo Art sudah ada sejak 1993 dan seni tersebut masih dipertahankan hingga saat ini. 

Dilansir Culture Trip, karena menggunakan media areal persawahan membuat karya seni ini bukan sesuatu yang mudah. Untuk membuat gambar yang menarik ini, para petani di Desa Inakadate menanam padi dengan warna yang berbeda dari awal musim tanam hingga musim panen. 

Sebenarnya, pada awalnya para petani Inakadate membuat seni lukisan Tanbo Art menggunakan pola dan gambar yang sederhana. Namun secara bertahap, pola yang digunakan menjadi jauh lebih rumit karena para petani ini sudah lebih terampil dengan membuat gambar dan pola yang lebih rumit.

Bahkan, mereka membuat beberapa lukisan dari karya seni klasik seperti Monalisa, Napoleon, Marilyn Monroe hingga karakter kartun di persawahan tersebut.  Dalam proses pembuatannya, Tanbo Art cukup rumit karena membutuhkan proses ketelitian yang rumit.

Desain gambar awalnya pun desain gambar dibuat dengan menggunakan komputer, setelah itu mulai diterapkan di persawahan tersebut. Untuk membuat karya ini pun tidak bisa dilakukan oleh satu petani saja, ada sukarelawan yang berjumlah ratusan yang dilibatkan dalam membuat Tanbo Art.  

Para relawan itu pun akan menanam padi yang telah direkayasa sehingga memiliki butiran padi yang berwarna sesuai dengan lukisannya. Benih padi yang digunakan pun adalah padi lokal seperti Tsugaru Roman yang berwarna hijau, Yukiasobi dan Beniasobi untuk warna putih dan merah. 

Sedangkan ada beberapa jenis padi lagi yang digunakan untuk warna ungu dan kuning. Biasanya, pembuatan Tanbo Art ini dimulai pada bulan Juni dan berlangsung hingga September, dan siapa pun bisa menjadi sukarelawan dalam membuat Tanbo Art. (*)

pos belitung


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau