Lamongan Terapkan Teknologi Nuklir Untuk Pertanian

Inovasi Desa | DiLihat : 536 | Kamis, 31 Januari 2019 | 09:35
Lamongan Terapkan Teknologi Nuklir Untuk Pertanian

LAMONGAN,  – Kabupaten Lamongan akan memanfaatkan teknologi nuklir untuk modernisasi pertanian, sehingga hasil yang didapatkan jauh lebih baik lagi.

Kepastian itu setelah ditandatanganinya nota kesepahaman bersama antara Pemkab Lamongan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tentang pemanfaatan Iptek Nuklir untuk Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lamongan, Rabu (30/1/2019).

Ruang lingkup kerjasama keduanya nantinya akan terkait penelitian, pengembangan dan perekayasaan Iptek nuklir di bidang pertanian, kesehatan, industri, energi, sumber daya alam dan lingkungan. Kemudian pemasyarakatan dan diseminasi IPTEK nuklir, penggunaan fasilitas penelitian, dan penyediaan sumber daya manusia.

Kepala BATAN, Falconi Margono menjelaskan BATAN selama ini bekerja untuk merubah nuklir yang sifatnya bahaya, mengendalikannya agar bermanfaat, kemudian dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat

“Program BATAN ada dua. Yakni mengembangkan kebijakan, melakukan penelitian, memanfaatkan IPTEK nuklir untuk masyarakat, dan mengembangkan IPTEK nuklir itu sendiri untuk kemaslahatan masyarakat,” ungkap Falconi Margono.

Sementara, Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir, Hendig Winarno, menjelaskan BATAN selama ini telah menghasilkan manfaat nuklir pada berbagai bidang, salah satunya yakni pertanian.

Untuk aplikasi teknologi nuklir di bidang pertanian, lanjut Hendig, berupa pemuliaan tanaman, pemupukan, nutrisi tanaman dan bioremediasi, pengendalian hama tanaman dan karantina, serta pasca panen.

Salah satu benih hasil pemuliaan oleh BATAN yang sudah abnyak diadopsi oleh petani adalah Inpari Sidenuk. Varietas ini dikenal menghasilkan produksi yang lebih tinggi dibanding sejumlah varietas lainnnya.

Menurutnya, BATAN sampai dengan saat ini telah menghasilkan 23 varietas unggul padi dan 10 varietas unggul kedelai.

Sedangkan aplikasi teknologi nuklir di bidang kesehatan beberapa diantaranya adalah radioisotope dan radiofarmaka (RR). Radiofarmaka digunakan untuk keperluan diagnostic dan terapi dan renograf untuk diagnosis fungsi ginjal.

Terpisah, Bupati Lamongan, Fadeli, menyambut antusias kerjasama yang dijalin dengan BATAN tersebut. Dia mengungkapkan bahwa modernisasi secara lokal sudah dilakukan pada pertanian jagung. Sehingga produktivitasnya saat ini sudah mencapai lebih dari 10 ton per hektar.

Dia berharap nantinya BATAN membawa modernisasi pertanian di Lamongan ini ke tahapan selanjutnya sehingga hasil yang didapatkan jauh lebih baik lagi.

faktualnews


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau