Suasana Khas Pedesaan Sunda di Desa Wisata Saung Ciburial

Potensi Desa | DiLihat : 741 | Jumat, 25 Januari 2019 | 11:04
Suasana Khas Pedesaan Sunda di Desa Wisata Saung Ciburial

GARUT – Suasana khas pedesaan bisa menjadi barang mahal bagi masyarakat perkotaan. Saat liburan, mereka yang tinggal di perkotaan sengaja pergi keluar kota untuk sekadar menikmati suasana khas pedesaan atau hijaunya pesawahan atau hutan. Kerinduan masyarakat akan suasana pedesaan banyak dibaca oleh para pelaku wisata, salah satunya adalah Desa Wisata Saung Ciburial yang ada di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang.

Di tempat ini, pengunjung bisa benar-benar menikmati suasana khas pedesaan masyarakat sunda. Desa Wisata yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektar tersebut kebanyakan lahannya adalah sawah dan ladang. Sisanya adalah satu buah kolam ikan besar, satu sumber mata air alami yaitu mata air Ciburial, serta 5 buah bangunan yang tiga di antaranya adalah penginapan. Sementara sisanya adalah ruang pertemuan dan kantor.

Untuk bisa sampai ke desa wisata ini, akses jalannya cukup mudah. Dari jalan raya Samarang- Kamojang yang di sepanjang jalannya sudah berdiri sejumlah hotel ternama,pengunjung bisa berbelok masuk jalan desa di kampung Randu Kurung Desa Sukakarya. Dari situ, tinggal menyusuri jalan desa yang telah dibeton hingga bisa masuk ke kawasan desa wisata Ciburial.

Suasana desa wisata mulai terasa begitu pengunjung memasuki gerbang Desa Sukalaksana. Jalan desa tampak bersih dengan pemukiman warga yang teratur rapih, dan area pesawahan di kiri jalan. Begitu masuk ke parkiran desa wisata ini, bau khas dari lahan pertanian terasa kental.“Konsep dasarnya memang menjual suasana asli khas pedesaan di sini,” jelas Hadian Hendracahya, Manajer Desa Wisata Ciburial saat ditemui, Kamis (27/12/2018).

Desa Wisata Ciburial mulai dirintis oleh Kepala Desa Sukalaksana Kecamatan Samarang, Oban Subana, sejak 2010 lalu. Ide awal dari kepala desa menurut Hadian adalah bagaimana caranya agar uang dari luar bisa mengalir masuk ke desanya. “Dulu desa punya usaha simpan pinjam, tapi tidak bisa jalan, makanya mencari usaha lain hingga akhirnya muncul ide desa wisata,” jelasnya.

Meski telah muncul ide desa wisata, namun menurut Hadian saat itu konsep yang akan dijual belum jelas. Hingga akhirnya kepala desa membawa Hadian dan beberapa orang pemuda melihat sumber mata air Ciburial yang sebelumnya selalu dijadikan sajian atau paket wisata oleh salahsatu hotel ternama yang ada di Desa tetangganya. “Pak Kepala Desa memulai dengan membangun satu saung penginapan di samping sumber mata air Ciburial dan mulai pembenahan lahan,” katanya.

Usai itu, pembangunan sarana dan prasarana pun terus dilakukan pihak desa. Hingga, saat ini telah berdiri beberapa bangunan lain mulai dari kantor hingga ruang rapat. Pembangunan tersebut merupakan bantuan dari Star Energy, perusahaan operator pembangkit listrik panas bumi yang beroperasi di wilayah Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. “Bertahap memang. Sejak 2010 dikasih bantuan, tapi bantuan diberikan jika ada pertumbuhan, tahun ini bantuannya berupa penguatan SDM (Sumber Daya Manusia),” jelas Hadian. 

Selain penginapan, kantor dan ruang pertemuan, di atas lahan desa wisata juga ada lahan-lahan pertanian dan lapangan bermain. Lahan pertanian ini menjadi salah satu paket wisata yang bisa dinikmati pengunjung, berupa paket wisata edukasi. “Pengunjung bisa belajar menanam sawi, mengolah sawah, memandikan dan mencukur domba Garut sampai memancing ikan dan ngagogo (nangkap ikan di kolam),” katanya. Selain itu, ada juga paket wisata keterampilan dari mulai belajar silat, gamelan, membatik, membuat kerajinan dari bahan akar wangi, hingga membuat sabun dari bahan akarwangi. Makanya, biasanya pengunjung desa wisata ini rata-rata lama tinggal selama tiga hari dua malam. “Kalau anak-anak sekolah bisa sampai satu minggu di sini. Kalau jumlahnya banyak, pengunjung bisa tinggal di homestay yang ada di Desa Ciburial ini,” kata Hadian.

Fasilitas kamar yang ada di Saung Ciburial menurut Hadian memang masih terbatas. Pihaknya hanya menyediakan empat buah saung yang bisa disewa yaitu Saung Ciburial 1 dan 2, Cikalapa 1 dan 2 dan Ciliang. Namun, masing-masing saung bisa ditempati hingga lebih dari 10 orang. “Kalau homestay ada 230 rumah di desa ini yang bisa digunakan, mereka sudah biasa kedatangan tamu,” ujarnya. Suasana desa yang sepi dengan hamparan lahan pertanian dan kolam ikan yang luas menurut Hadian membuat para pengunjung betah berlama-lama tinggal di Saung Ciburial. Namun, kebanyakan tamu yang datang saat ini berasal bukan dari Garut. “Kebanyakan dari Jabodetabek, ada juga yang dari sSumatera. Kalau wisatawan luar negeri ada dari Jerman dan Australia yang sudah beberapa kali ke sini,” katanya.

Para pengunjung juga bisa menikmati sajian ragam permainan anak pedesaan. Kebanyakan tamu, suka dengan sajian ini karena mengingatkan mereka dengan masa saat masih kanak-kanak. Desa Wisata Saung Ciburial saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Desa Sukalaksana. Selain mengurus desa wisata, BumDes ini juga memiliki dua unit usaha lain yaitu penyediaan air bersih bagi warga dan perdagangan umum. Dihubungi terpisah, Hadi Koeswoyo selaku Acting Manager Policy Government and Public Affair PT Star Energy membenarkan Desa Wisata Saung Ciburial merupakan salah satu desa binaan pihaknya. Menurutnya, program pendampingan terhadap Desa Sukalaksana yang mengembangkan konsep desa wisata telah dilaksanakan sejak tahun 2009 lalu.

“Kegiatan yang kita lakukan antara lain pelatihan kerajinan akar wangi, pelatihan usaha, dukungan infrastruktur, hingga pendampingan pemasaran wisatanya,” jelas Hadi. Hadi berharap, lewat program ini Desa Sukalaksana bisa mendapatkan pendapatan lebih dan masyarakat memiliki pasar tersendiri untuk menjual produk UMKM serta adanya penyerapan tenaga kerja lokal di sektor wisata dan UMKM. Hadian mengakui, konsep desa wisata ini memang banyak membantu perekonomian desa dan masyarakat. Apalagi masyarakat selama ini juga banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan desa wisata dari mulai penyediaan makanan, sajian kesenian tradisional, permainan anak-anak, hingga penyediaan homestay.

kompas
PenulisKontributor Garut, Ari Maulana Karang
EditorSri Anindiati Nursastri


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau