Kemtan perkirakan bulan Februari akan menjadi puncak masa panen padi

Ekonomi | DiLihat : 308 | Senin, 14 Januari 2019 | 13:05
Kemtan perkirakan bulan Februari akan menjadi puncak masa panen padi

JAKARTA. Kementerian Pertanian memberikan prognosa panen padi pada periode tiga bulan pertama 2019, di total 10,12 juta ton dan puncak panen raya di bulan Februari. Perluasan lahan tanam dan panen dipercaya menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.

Mengutip data Kemtan, kinerja pada periode tiga bulan ini berasal dari panen padi pada Januari 2019 seluas 781.844 hektar dengan potensi produksi beras sebesar 2,256 juta ton. Bulan Februari dengan luas panen 1,72 juta ha diperkirakan dapat menghasilkan 5,26 juta ton beras. Kemudian pada bulan Maret dengan luas panen 842.427 ha dapat menghasilkan 2,61 juta ton beras.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumarjo Kemtan Gatot Irianto menjelaskan prognosa ini mempertimbangkan bulan Februari sebagai puncak panen sejumlah daerah penghasil beras, terutama di area pulau Jawa. "Panen raya secara spasial tidak akan terjadi berbarengan karena musim tanam dan panen bergerak dari Aceh ke timur," katanya dalam pertemuan dengan media di Kementerian Pertanian, Jumat (11/1).

Menurutnya untuk periode Februari akan menjadi puncak untuk area Jawa Timur, Jawa Tengah, Sragen, Ngawi dan Madiun. Area ini akan menjadi permulaan panen raya pada Februari dan mulai mereda di Maret.

Memang, dalam prognosa Kemtan luas lahan padi untuk area Jawa Tengah dan Jawa Timur pada bulan Januari hingga Februari diperkirakan bakal mengalami peningkatan besar. Misalnya di bulan Januari, luas panen padi Jawa Tengah diperkirakan mencapai 84.061 ha dan Jawa Timur seluas 59.952 ha.

Kemudian pada bulan Februari 2019, luas panen Jawa Tengah menjadi 247.881 ha dan luas panen Jawa Timur menjadi 220.881 ha. Kedua provinsi ini dipercaya akan menjadi kontributor besar panen pada bulan tersebut.

Menanggapi soal angka produksi ini, pengamat pertanian Siswono Yudo Husodo menyatakan kunci utama pertanian memang pada perluasan lahan panen. Pasalnya, dengan bertambahnya lahan panen maka produktivitas meningkat dan dalam jangka panjang justru bisa melakukan ekspor secara kontinyu.

"Kita memang bukan fokus menjadi negara self sufficient tapi eksportir pangan, kuncinya dengan perluasan area luas lahan," kata dia.

kontan