Capaian 4 Tahun Kinerja Sektor Pertanian

Ekonomi | DiLihat : 200 | Kamis, 03 Januari 2019 | 09:19
Capaian 4 Tahun Kinerja Sektor Pertanian

Jakarta - Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri, menyampaikan, kinerja di sektor pertanian pada 4 tahun terakhir terbilang sangat membanggakan.

Kuntoro di Jakarta, Rabu (2/1), mengatakan, ini merupakan buah dari kerja keras dalam membangun sistem, komitmen, dan kegigihan serta sinergitas antarkelembagaan, baik di internal maupun eksternal Kementan.

Menurut Kuntoro, sejak 2014 hingga 2018, kinerja pembangunan pertanian Indonesia merupakan salah satu sektor yang menjadi rujukan prestasi pemerintahan. "Di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman inflasi bahan makanan atau pangan turun drastis dari 10,57% menjadi 1,26%," ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjut Kuntoro, ekspor pangan juga mengalami lonjakan pesat sebesar 29,7% atau setara dengan Rp1,360 triliun. Di sektor investasi, pertanian Indonesia menunjukkan lonjakan sangat besar hingga 110% atau setara dengan Rp94,2 triliun.

"Bahkan dalam pendapatan domestik bruto (PDB) sektor pertanian berhasil menyumbang kenaikan hingga 47,2%," katanya.

Keberpihakan pada Petani dan Kebangkitan Pertanian

Geliat sektor pertanian Indonesia, diyakini tidak terlepas dari komitmen penuh Menteri Amran dalam keberpihakannya kepada petani. Hal ini telah membawa seluruh energi pembangunan pertanian Tanah air dan kebijakan yang menyertainya bermuara pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani.

"Hasilnya memang luar biasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) demikian cemerlang. Di bawah komando Menteri Amran, Nulai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dan Nilai Tukar Petani (NTP) bergerak naik. NTUP naik 5,39% sedangkan NTP naik 0,22%," katanya.

Kenaikan ini, kata Kuntoro menjelaskan, secara langsung berdampak pada tingkat kesejahteraan petani yang umumnya berada di pedesaan. Hal itu tercermin dari turunnya kemiskinan di pedesaan dari 17.74 juta orang menjadi 15,81 juta orang, di mana 70% disumbangkan dari sektor pertanian.

Revolusi Mental dan Reformasi Birokrasi

Agar berkelanjutan, menurut Kuntoro semua pencapaian ini harus dikawal oleh dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, cakap dan berintegritas sebagai satu cita-cita besar Menteri Amran.

"Hal ini diwujudkan dengan melakukan trasformasi besar-besar di bidang Politeknik Pertanian dari STPP menjadi Polbantang," katanya.

Adapun salah satu yang menjadi penyebab sektor pertanian mengalami involusi dan stagnan selama ini adalah merajalelanya mafia pangan. Jadi, kata Kuntoro, kemiskinan petani selama ini salah satunya disebabkan permainan harga yang dikendalikan mafia.

"Tapi sejak kepemimpinan Menteri Amran, kami melakukan gebrakan pemberantasan mafia pangan yang banyak diapresiasi. Tercatat dari gebrakan tersebut, ada 782 kasus mafia pangan yang telah dilaporkan dan menghasilkan 409 tersangka serta 21 perusahaan pangan di 'black list'," katanya.

Sekedar diketahui, Kementan telah mencabut 291 Permentan yang dinilai menghambat proses kinerja pertanian. Hal itu dilakukan untuk Efisiensi, transparansi dan akutabilitas kerja diperkuat. Hasilnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementan memperoleh penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

"Kementan juga meraih penghargaan keterbukaan informasi publik serta penghargaan TOP IT dan dianugerahi pengharhaan sebagai kementerian Antigratifikasi terbaik," katanya.

Kementan meraih pula penghargaan pengadaan barang terbaik, penghargaan penjaga ketahanan pangan, penghargaan pengarusutamaan gender, penghargaan pengelolaan arsip terbaik dan penghargaan manajemen kepegawaian terbaik.

"Padahal di sisi lain, anggaran pertanian dari Rp34 triliun di tahun 2015 menjadi Rp22 triliun di tahun 2016 sampai dengan 2018. Ini membuktikan bila prestasi mampu diraih di tengah kondisi apa pun bila dibarengi dengan kencintaan dan kerja ikhlas di dalamnya," kata Kuntoro dalam keterangan tertulis.

gatra


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau