Bendungan Sadawarna Jamin Irigasi 4.500 Hektare Sawah di Pantura

Infrastruktur | DiLihat : 140 | Selasa, 27 November 2018 | 11:07
Bendungan Sadawarna Jamin Irigasi 4.500 Hektare Sawah di Pantura

JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengestimasi 4.500 hektare sawah di Jawa Barat bakal mendapat pasokan untuk irigasi baru sejalan dengan pembangunan Bendungan Sadawarna, Subang.

Pembangunan bendungan tersebut telah dimulai dan ditargetkan rampung pada 2022. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Bendungan Sadawarna akan menjadi sumber irigasi bagi sawah di Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu. Bendungan ini membendung aliran Sungai Cipunagara dengan luas dengan 498 hektare (ha) dan kapasitas 44 juta meter kubik.

"Pembangunan bendungan, embung, dan infrastruktur sumber daya air lainnya adalah upaya mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan," ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Bisnis, Senin (26/11/2018).

Pembangunan Bendungan Sadawarna dibagi dalam dua paket dengan total nilai kontrak Rp1,86 triliun. Paket pertama digarap Kerja Sama Operasi (KSO) PT. Wijaya Karya - PT Daya Mulia Turangga - PT Barata Indonesi,  sedangkan paket kedua dikerjakan KSO PT. Nindya Karya – PT Adhi Karya

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi menerangkan Bendungan Sadawarna merupakan 1 dari 49 bendungan baru yang ditargetkan dibangun dalam periode 2015-2019. Dia berharap penyelesaian proyek bisa tepat waktu dan memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi. 

“Pembangunan dilakukan dengan kerja 3 shift per hari, 7 hari per minggu, dengan tetap memperhatikan K3. Untuk mencegah penyimpangan, dilakukan pengawasan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR,” jelasnya.

Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih menambahkan pembangunan Bendungan Sadawarna menjadi bendungan baru keenam yang kontraknya diteken pada 2018.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menekan kontrak pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Sumatra Selatan, Bendungan Bener di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali pada Oktober 2018. Sebulan berselang, kontrak pembangunan dua bendungan, yakni Bendungan Randugunting dan Bendungan Jlantah juga telah ditandatangani.

bisnis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau