Lahan Pertanian Desa Gejahan Kini Menjadi Lokasi Wisata Unik

Potensi Desa | DiLihat : 126 | Senin, 05 November 2018 | 10:31
Lahan Pertanian Desa Gejahan Kini Menjadi Lokasi Wisata Unik

YOGYAKARTA - Wilayah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, terkenal sebagai wilayah yang lahan pertaniannya hanya bisa ditanami saat musim hujan atau tadah hujan. Namun di beberapa kecamatan, yang memiliki sumber air yang melimpah lahan pertanian bisa ditanami selama setahun. Salah satunya di Desa Gejahan, Kecamatan Ponjong. Sawah yang sepanjang tahun ditanami padi ini, tak jarang diserang hama.

Untuk mengantisipasi serangan hama, dilakukan dengan penerapan lahan terpadu, artinya sekitar tanaman padi ditanami bunga atau tanaman yang menghasilkan serbuk sari, seperti bunga Selosia, dan bunga matahari. Dengan berbagai bunga yang tumbuh disekitar lahan persawahan menjadikan lokasi persawahan menjadi indah dan dijadikan lokasi wisata.

Untuk mempercantik lokasi yang dikenal Bulak Widoro, juga dibangun jembatan dari bambu dan rumah kecil dari kayu. Inilah yang biasa digunakan oleh wisatawan untuk berswafoto menggunakan gawainya.
"Awalnya tumbuhan bunga ini hanya untuk mengurangi hama dan juga mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia," kata salah satu warga desa Gejahan, Riptanto Edy Wibowo, kepada wartawan, Jumat (2/11/2018). Menurut dia, meski baru dikembangkan, lokasi sudah banyak dikunjungi masyarakat baik lokal maupun diluar kecamatan Ponjong.

Tujuan utamanya memberikan wisata edukasi kepada masyarakat mengenai pertanian lahan terpadu yang bisa dilakukan siapa pun, sambil berwisata. "Sudah banyak, tetapi memang belum dibuka resmi, nantinya ada tarif untuk memasuki spot selfie," ucapnya. Penyuluh Pertanian Desa Gejahan, Heru Prasetyo menambahkan, lokasi tersebut memang dikembangkan untuk pertanian dengan penerapan lahan terpadu.
"Selain tanaman padi juga ditanam tanaman yang menghasilkan serbuk sari. Sehingga jika ada tanaman tersebut, tanaman berbunga itu bisa menarik perhatian hewan seperti capung dan tawon. Harapannya mereka juga bisa memakan hama yang biasa menyerang padi," katanya. Dijelaskannya, konsep ini juga untuk menarik anak muda yang ada di Desa Gejahan untuk turun ke sawah.

"Jadi yang mengelola bunga itu para pemuda di sini, para petani tetap mengelola sawahnya tanpa mengurusi bunga, sehingga tetap fokus bertani," ujarnya. Camat Ponjong, Johan Eko Sudarto mengatakan pihaknya mengapresiasi generasi muda dalam mengembangkan lahan pertanian. "Pengembangan lahan pertanian menjadi lokasi wisata ini harus didukung, karena tidak hanya sektor pertanian yang dikembangkan, tetapi sektor lainnya. Sehingga bisa meningkatkan sektor perekonomian, dan juga menarik generasi muda ke sektor pertanian," ucapnya. Apalagi saat ini, lanjut Johan, Kementrian Pariwisata sedang menggagas wisata digital dimana menyediakan lokasi untuk berswafoto dan promosi melalui media internet. 

"Semua pihak harus mendukung pengembangan wisata di sini, sehingga wilayah lainnya di sekitar Desa Gejahan bisa ikut berkembang karena kehadiran wisatawan," katanya. Salah seorang wisatawan asal Wonosari, Anjar mengaku melihat postingan di sebuah akun instagram. Lalu bersama keluarganya datang ke bulak widoro. "Lokasinya sejuk, juga ada kudanya untuk bermain anak-anak," katanya.

kompas


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau