Menjumput laba lumut moss, si hijau karpet akuarium

Peluang Usaha | DiLihat : 192 | Rabu, 24 Oktober 2018 | 09:54
Menjumput laba lumut moss, si hijau karpet akuarium

Tanaman lumut yang kerap digunakan untuk aquascape ini dikenal dengan sebutan moss. Jenis lumut ini banyak dicari lantaran mudah perawatannya. 

Muhamad Mufthi Rafsyanzani, pemilik Aquatic Saintz asal Bogor, Jawa Barat menjelaskan, sebenarnya moss bukan tanaman air seutuhnya. Lebih tepat jika disebut tanaman semi air. Sebab, di habitat asalnya, moss hidup menempel di dinding-dinding yang lembab di permukaan air. Namun, juga bisa bertahan hidup di dalam air dengan perawatan khusus. 

Aquatic Saintz menjual aneka jenis moss, seperti moss ricardia, moss pelia, java moss, moss Taiwan, moss fisiden, moss weeping java, moss peacock, dan moss monte carlo. Harga yang dibanderol cukup beragam. Untuk moss ukuran cup dibanderol Rp 15.000-Rp 25.000 per cup. Sedangkan untuk ukuran lempeng dibanderol mulai Rp 8.000- Rp 10.000 per lempeng.

"Harga moss ini tergantung jenisnya dan ukuran. Yang paling mahal saat ini jenis moss fisiden, satu cup bisa Rp 25.000, itupun enggak penuh. Ada yang saya jual per cup, ada beberapa jenis yang saya jual lempengan. Ada juga yang satu nampan, biasanya saya jual sekitar Rp 70.000," kata Zani. Dalam sebulan, ia mengaku bisa menjual rata-rata 80-200 cup untuk tiap jenis moss. 

Menjajal peruntungan di bisnis budidaya moss juga dilakukan oleh Deni Yunus, pemilik  Blue Green Farm asal Bogor Barat. Sama seperti Zani yang memulai bisnis dari hobi aquascape, Deni bilang, moss merupakan pilihan tepat bagi para pemula aquascape. 

"Kalau masih awal ingin coba aquascape, moss ini paling cocok. Belajar dulu merawat tanaman moss, kalau berhasil bisa nambah ke jenis tanaman aquascape lainnya. Karena merawat moss ini paling mudah dibanding tanaman aquascape lain," tuturnya. 

Sama seperti Zani, Blue Green Farm milik Deni juga menjual aneka jenis tanaman moss, mulai dari moss peacock, java moss, moss fisiden, moss weeping, dan moss ricardia. Ia mengatakan, tidak semua jenis moss selalu ada stoknya. Ada beberapa moss yang cepat habis dan sulit untuk menambah lagi pasokannya. 

"Saya jualnya tergantung stok, kalau pas stoknya ada ya saya bilang ada. Kalau enggak saya tawarkan untuk pesan dulu. Yang paling laris dan susah dicari itu jenis fisiden. Padahal harganya lumayan tinggi, tapi banyak yang cari," jelas Deni. 

Ia menjual aneka jenis moss tersebut mulai dari Rp 10.000 untuk ukuran cup, sedangkan ukuran nampan dibanderol Rp 70.000. Deni juga menawarkan paket mix 10 jenis moss yang dibanderol Rp 110.000. Dalam sebulan, rata-rata ia bisa menjual total 400 - 500 cup tanaman moss 

Moss bisa tumbuh dalam air dingin serta minim cahaya

Penggunaan moss atau lumut dalam desain aquascape bukanlah tanpa alasan. Tanaman berwarna hijau ini tidak hanya dipilih karena alasan estetika atau dapat mempercantik tampilan akuarium, namun juga  berkontribusi meningkatkan kualitas air. 

Sebagai jenis tanaman yang berfotosintesis, moss dapat menyerap kandungan nitrat dalam air tanpa intensitas cahaya yang tinggi. "Moss ini gampang perawatannya, tidak perlu banyak cahaya dan pupuk tetap bisa tumbuh dan berkembang. Tapi ada beberapa jenis moss, seperti moss ricardia dan java moss yang butuh banyak CO2 agar warnanya tetap hijau," kata Muhamad Mufthi Rafsyanzani atau yang akrab disapa Zani, pemilik Aquatic Saintz asal Bogor, Jawa Barat. 

Ia lanjut menjelaskan, jenis moss ricardia dan java moss butuh lebih banyak asupan CO2 dibanding jenis moss lainnya agar tetap hijau. Jika kurang asupan CO2, kedua moss tersebut akan berubah warna menjadi kuning atau kehitaman. 

Zani mengatakan, moss sendiri didapatkan dari alam, bukan dari bibit yang disemai, seperti tanaman air kebanyakan. Ia bilang, moss memang tidak ada bibit, tumbuh secara alami di permukaan yang lembab. Jadi yang dapat dilakukan oleh para penggemar aquascape adalah merawat dan memperbanyak moss. 

"Jadi istilahnya bukan budidaya, hanya memperbanyak saja. Karena kebanyakan petani moss juga tidak budidaya dari bibit. Ada istilah hunting, biasanya kita hunting moss ini di daerah curug karena habitatnya banyak di sana," jelas Zani. 

Ia bilang, saat awal memindahkan moss dari habitat aslinya ke dalam aquarium harus melewati proses adaptasi. Moss tidak bisa langsung ditanam di dalam air. Agar bisa beradaptasi dengan cepat, moss direndam dulu dengan air secara perlahan. 

Deni Yunus, pemilik  Blue Green Farm asal Bogor Barat menambahkan, proses adaptasi moss juga akan lebih cepat jika didukung oleh suhu air. Moss menyukai suhu air yang cukup dingin. Sehingga, cara terbaik untuk mendorong moss cepat beradaptasi dan tumbuh cepat adalah menjaga suhu akuarium tetap dingin. 

"Ada beberapa jenis moss yang tumbuhnya makin cepat kalau airnya makin dingin. Tapi semua jenis moss memang butuh suhu air yang dingin, sama seperti suhu air dari habitat asalnya," tuturnya. 

Deni mengatakan tanaman moss juga dapat melekat pada beberapa medium, seperti kayu dan bongkahan batu. Maka tak jarang, moss dikreasikan menjadi bonsai dalam akuarium dengan menggunakan potongan kayu. 

Para praktisi aquascape biasanya menggunakan benang atau senar untuk melekatkan moss pada medium.  "Awal-awal memang pakai benang agar moss nempel dulu ke batu atau kayu. Nanti setelah keluar akar baru, moss akan otomatis menempel pada si medium itu. Kalau sudah secara alami menempel, benang-benang awal bisa digunting," terangnya. 

kontan


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau