Lapangan Lodaya Sakti di Tasikmalaya Berstandar FIFA

Infrastruktur | DiLihat : 185 | Senin, 22 Oktober 2018 | 10:21
Lapangan Lodaya Sakti di Tasikmalaya Berstandar FIFA

TASIKMALAYA - Belakangan ini di media sosial viral sebuah lapangan sepak di Kabupaten Tasikmalaya yang kondisinya sungguh mengagumkan. Berada di sebuah desa, kondisi rumput di lapangan ini sangat mulus dan rapi.

Berbeda dengan lapangan sepak bola di perdesaan lain yang biasanya tanpa rumput dan terurus. Lapangan yang diberi nama Lodaya Sakti ini terletak Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Lapangan ini sudah memenuhi standar Federation of International Football Association (FIFA).

Rumput lapangan yang digunakan di sini berasal dari Eropa, dari jenis Zoysia matrella. Jenis rumput ini masuk dalam kategori kualitas tinggi dengan kerapatan, elastisitas, kemampuan menahan beban, pemulihan diri, dan perakarannya yang sempurna, sehingga bisa mengurangi risiko cedera bagi para pemain.

Lapangan ini mengalahkan fasilitas latihan beberapa klub Liga 1. Tak banyak klub Liga 1 yang punya tempat latihan berstandar FIFA. Persib Bandung saja tak punya tempat latihan seperti ini. Mereka harus berpindah-pindah mencari tempat latihan.

Sarana olahraga rakyat yang ini terlihat begitu terawat dengan rumput hijaunya yang tumbuh rapi merata. 
Pemerintah Desa Cisayong rupanya punya inisiatif yang terbilang berani untuk membuat lapangan seluas 93x54 meter tersebut berstandar internasional.

"Pembangunan sarana olah raga di desa ini sesuai dengan Permendes Nomor 19 Tahun 2017 tentang Penetapan Prioritas Dana Desa Tahun 2018, dan sudah mendapat persetujuan dari semua unsur masyarakat," kata Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin, melalui siaran pers yang diterima, Minggu (21/10/2018).

Seluruh sokongan dananya, kata Yudi, bersumber dari dana desa APBN Tahun Anggaran 2018 termasuk bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Total dana untuk pembangunan lapangan, perataan tanah, drainase, water sprinkle system, pasir, dan pagar, sebesar Rp 1,4 miliar.

Untuk biaya perawatan lapangan, Pemerintah Desa Cisayong siap mengalokasikan dana sebesar Rp 5 juta per bulan, yang meliputi biaya listrik, penyiraman, pemotongan, dan pemupukan rumput. Proses pembangunannya sendiri masih terus berlanjut termasuk kelengkapan sarana olahraga lainnya seperti jogging track dan tribun lapangan.

Yudi berharap, lapangan tersebut akan berefek perubahan positif bagi masyarakat, tak sedekar digunakan sebagai tempat melepas penat, rekreasi dan olahraga, tapi juga dapat menjadi pemicu gerakan ekonomi masyarakat.

tribun jabar


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau