Lelang Air Minum Jatiluhur I Tunggu Kesepakatan Komponen Tarif

Infrastruktur | DiLihat : 57 | Jumat, 12 Oktober 2018 | 10:33
Lelang Air Minum Jatiluhur I Tunggu Kesepakatan Komponen Tarif

 JAKARTA — Proses pelelangan badan usaha pelaksana Sistem Penyediaan Air Minum Regional Jatiluhur I dengan perkiraan investasi Rp1,67 triliun masih harus menunggu kesepakatan perusahaan daerah air minum mengenai komponen penunjang tarif.

Sebelumnya, proses permintaan penawaran atau request for proposal dari badan usaha untuk menuju proses lelang ditargetkan dapat dimulai pada akhir September 2018 setelah studi mengenai tarif dasar penyerapan air curah ditetapkan Rp3.200 per meter kubik.Ketua Tim KPBU SPAM Regional Jatiluhur I Haris Zulkarnain mengatakan vahwa perusahaan daerah air minum (PDAM) yang akan mendistribusikan air di wilayah layanan SPAM Jatilihur I sebetulnya telah bersepakat mengenai nilai tarif yang ditetapkan sebesar Rp3.200 per meter kubik. Namun, pembahasan mengenai sejumlah komponen penunjang tarif dengan PDAM masih belum tuntas.

Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai rencana kenaikan tarif secara berkala. Berdasarkan hitungan kelayakan investasi proyek, kenaikan tarif secara berkala dipatok 10% dalam waktu 2 tahun sekali.

“Untuk tarif pada dasarnya PDAM sudah setuju, tetapi dalam komponen tarif masih ada beberapa yang perlu penjelasan. Salah satunya mengenai besaran kenaikan berkala,” kata Haris kepada Bisnis.com, Rabu (10/10/2018).

Kendati demikian, menurutnya, proses penjelasan tersebut sudah hampir rampung dan ditargetkan pada minggu ketiga bulan ini proses pelelangan sudah dapat dimulai.

Komponen kenaikan tarif secara berkala masuk dalam daftar pagu anggaran dalam pelelangan proyek yang dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Hal itu diperlukan untuk menyusun dokumen permintaan penawaran dalam menghitung perkiraan investasi sehingga proses tersebut harus selesai lebih dahulu sebelum lelang dimulai.

SPAM Jatiluhur I nantinya melayani air bersih untuk empat daerah, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta DKI Jakarta.

Berdasarkan data KPPIP, SPAM Jatiluhur I akan memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter/detik dengan sumber air baku berasal dari Bendungan Jatiluhur, Jawa Barat. Investasi pembangunan SPAM Jatiluhur I diperkirakan mencapai Rp1,67 triliun.

Rencananya, dari total kapasitas 5.000 liter/detik, sebanyak 4.000 liter/detik aliran air akan didistribusikan ke wilayah Jakarta. Selain itu, masing-masing 350 liter/detik aliran air akan didistribusikan ke Kabupaten Bekasi dan Karawang, serta 300 liter/detik untuk wilayah Kota Bekasi.

Annual Meetings IMF-World Bank tengah digelar di Bali selama 8-14 Oktober. Sebagai media partner, Bisnis.com akan melaporkan berbagai isu yang dibahas, ikuti perkembangan informasinya di sini.

bisnis


PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau