Terarium, Seni Berkebun secara Portabel

Lifestyle | DiLihat : 101 | Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:14
Terarium, Seni Berkebun secara Portabel

YOGYA - Memiliki kebun mini portable yang bisa dipindah sesuka hati, menjadi satu di antara pilihan cerdas untuk mereka yang masih peduli dengan lingkungan sekitar. Terarium bisa menjadi jawabannya. Seni menanam tanaman di dalam wadah transparan ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin berkebun namun tidak memiliki lahan.

Mirip dengan memelihara koral di dalam aquarium. Terarium adalah cara menanam tanaman di dalam wadah yang terbuat dari kaca atau bahan tembus pandang. Di dalamnya terdapat berbagai tanaman cantik yang bisa disusun sesuai selera.

Berkebun ala Terarium memang memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Selain bermanfaat untuk penghijauan, terarium bisa juga difungsikan sebagai dekorasi ruangan, mengingat visualisasinya yang menawan membuat sedap dipandang mata.

Didit adalah seorang yang hobi berkebun ini mulai kepincut belajar membuat terarium sendiri. Menurutnya, membuat terarium sebenarnya relatif mudah. Ia pun banyak belajar dari situs youtube yang banyak menyajikan cara membuat terarium.

"Untuk terarium ada dua jenis, yakni terbuka dan tertutup. Kalau yang tertutup relatif lebih mudah perawatannya, karena begitu sudah jadi ekologi di dalamnya, sama halnya planet bumi, di dalamnya ada ekosistem kecil yang dengan sendirinya berjalan. Lebih sulit terarium yang terbuka, karena suhu luar sangat berpengaruh terhadap tanaman," terang Didit. Saat ini Didit sedang mengembangkan terarium tertutup. Dua terarium yang sudah jadi di miliknya berusia enam dan sembilan bulan. Jenis pohon yang ditanam sementara ini adalah sakura.

Menurut Didit, tanaman bisa apa saja namun memang perlu riset lebih banyak tanaman apa saja yang tahan dan sesuai untuk dibuat terarium. Sementara untuk terarium terbuka bisa dengan kaktus mini, bisa lidah buaya, lidah mertua.

Selama ini, jenis tanaman di Indonesia menurut Didit banyak yang bisa dijadikan tanaman terarium hanya saja kendala justru dari media wadah transparan. Untuk sementara Didit memakai toples kaca makanan karena masih susah mendapatkan toples kaca khusus yang diperuntukkan untuk terarium.

"Ada toples khusus, sayangnya di Yogya masih susah carinya. Tapi kita bisa pakai toples kaca untuk makanan, meskipun kurang maksimal hasilnya," kata Didit. Terarium sendiri merupakan biosfer buatan yang paling alami karena fungsi biologis yang terjadi dalam terarium pun mirip dengan yang terjadi di alam. Sehingga terarium dapat juga dijadikan laboratorium biologi mini. (*)

tribunjogja



PROFIL DESA

Temukan juga kami di

Jajak Pendapat

Apakah kebiijakan pemerintah saat ini sudah mendukung kesejahteraan petani ?
  Sudah Mendukung
  Belum
  Tidak Tau